Korem 133/Nani Wartabone Teguhkan Semangat Kebangsaan, Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Perkuat Persatuan

Korem 133/Nani Wartabone Teguhkan Semangat Kebangsaan, Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Perkuat Persatuan (Foto: Istimewa)

. GORONTALO – Semangat kebangsaan dan komitmen menjaga persatuan bangsa kembali diteguhkan oleh jajaran Korem 133/Nani Wartabone melalui pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Lapangan Makorem 133/NW, Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Senin (1/6/2026), menjadi momentum memperkokoh nilai-nilai ideologi bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kasrem 133/Nani Wartabone, Kolonel Inf Parsaoran Sirait, S.A.P., M.M., selaku Inspektur Upacara (Irup). Dalam kesempatan itu, Kasrem membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun perdamaian global.

Dalam amanat yang dibacakan, ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan seremonial, melainkan pedoman hidup yang harus terus dihidupkan dalam setiap tindakan masyarakat Indonesia.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi bersama agar api Pancasila terus menyala dalam jiwa seluruh anak bangsa,” ujar Kasrem saat membacakan amanat Kepala BPIP.

Kehadiran Korem 133/Nani Wartabone dalam momentum nasional ini sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat semangat nasionalisme, serta menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Di tengah tantangan zaman seperti disrupsi teknologi, perubahan geopolitik, hingga derasnya arus informasi digital, Pancasila disebut tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia. Dengan keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan suku bangsa, Indonesia dinilai berhasil menunjukkan bahwa persatuan dapat tumbuh di atas perbedaan.

Selain itu, Indonesia juga dinilai terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menciptakan perdamaian dunia, mulai dari keterlibatan pasukan perdamaian di bawah bendera PBB hingga peran aktif dalam mendorong penyelesaian konflik internasional secara damai. Hal tersebut menjadi wujud implementasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana tertuang dalam sila kedua Pancasila.

Momentum Hari Lahir Pancasila juga menjadi pengingat penting bagi generasi muda agar tidak memandang Pancasila sebatas simbol formalitas. Nilai-nilai luhur bangsa diharapkan mampu menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.

Di akhir amanatnya, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali memperkuat komitmen kebangsaan. Pancasila diyakini akan terus hidup selama nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air tetap tertanam dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Upacara berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat dengan diikuti para Kasi Kasrem 133/NW, para Dansat/Kabalak jajaran Korem 133/NW, serta seluruh prajurit TNI dan PNS di lingkungan Makorem 133/Nani Wartabone.

Exit mobile version