Api diketahui dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian bangunan mess. Kobaran yang terus membesar membuat warga bersama petugas berupaya mengevakuasi sejumlah barang milik penghuni. Namun, karena api menyebar dalam waktu singkat, hanya sebagian kecil barang yang berhasil diselamatkan, sementara sisanya ludes dilalap si jago merah.
Begitu menerima laporan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Dinas Pemadam Kebakaran langsung mengerahkan sejumlah armada beserta personel menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penyemprotan dari beberapa titik untuk menjinakkan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran merambat ke bangunan lain yang berada di kawasan rumah sakit.
Upaya pemadaman berlangsung cukup menantang karena lokasi kebakaran berada di kompleks fasilitas kesehatan dengan jarak antarbangunan yang relatif berdekatan. Berkat koordinasi yang baik antara petugas pemadam dan warga sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke gedung-gedung lainnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, para penghuni mess dokter internsip dilaporkan sedang tidak berada di dalam bangunan sehingga seluruhnya berhasil selamat.
Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar. Berbagai perabot rumah tangga, perlengkapan pribadi, hingga barang kebutuhan sehari-hari milik penghuni tidak sempat dievakuasi dan habis terbakar.
Hingga proses peliputan berlangsung, petugas pemadam masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Kepulan asap masih terlihat membumbung dari bangunan yang terdampak.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap sumber awal munculnya api. Nilai kerugian akibat insiden tersebut juga masih dalam proses pendataan dan belum diumumkan secara resmi.
