Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau setelah bencana, sekaligus mencegah munculnya penyakit yang rentan menyerang pascabanjir, seperti infeksi kulit, gangguan pernapasan, diare, hingga demam.
Tim medis gabungan dari RSUD ZUS dan Puskesmas Biau turun langsung ke lokasi terdampak dengan memberikan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan medis, pengobatan gratis, hingga edukasi kesehatan kepada warga terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat setelah banjir.
Pelayanan tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Tidak sedikit warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat kelelahan, paparan air banjir, hingga perubahan cuaca yang tidak menentu.
Direktur RSUD ZUS, Mohammad Ardiansyah, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan pascabencana menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Menurutnya, kehadiran tenaga kesehatan di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen RSUD ZUS untuk memastikan warga tetap memperoleh akses layanan medis di masa darurat.
“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak banjir tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Jangan sampai pascabanjir muncul persoalan kesehatan baru yang justru memperburuk kondisi warga,” ujar Mohammad Ardiansyah.
Ia juga berharap kolaborasi antara fasilitas kesehatan tingkat rumah sakit dan puskesmas dapat memperkuat respons cepat pemerintah dalam menghadapi situasi kebencanaan, khususnya pada aspek kesehatan masyarakat.
Sinergi RSUD ZUS dan Puskesmas Biau ini menjadi bukti bahwa penanganan pascabencana tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tetapi juga pada upaya menjaga kesehatan warga agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal dan masyarakat bisa segera kembali menjalani aktivitas secara normal.
