Benahi Titik Lemah Pelayanan, RSUD ZUS Mulai Dari Dalam

Benahi Titik Lemah Pelayanan, RSUD ZUS Mulai Dari Dalam (Foto: Dok Ilustrasi)

Gorontalo Utara – Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas, RSUD Zainal Umar Sidiki memilih jalur tegas: berbenah dari dalam. Evaluasi internal yang digelar manajemen bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi sinyal bahwa masih ada celah pelayanan yang harus segera diperbaiki.

Rapat evaluasi yang dipimpin Direktur Mohammad Ardiansyah mengungkap sejumlah persoalan mendasar yang selama ini kerap dikeluhkan pasien. Mulai dari waktu tunggu layanan yang belum konsisten, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata, hingga pemanfaatan fasilitas yang dinilai belum optimal.

Alih-alih menutup kekurangan, manajemen justru membuka ruang kritik secara internal. Tenaga medis didorong menyampaikan realitas di lapangan—termasuk hambatan teknis dan keterbatasan sarana—yang selama ini berpotensi menghambat kualitas pelayanan.

“Kalau ingin dipercaya masyarakat, kita harus berani jujur melihat kekurangan kita sendiri. Pelayanan bukan hanya soal prosedur, tapi soal pengalaman pasien,” tegas Ardiansyah dalam forum tersebut.

Pendekatan ini menandai pergeseran cara pandang manajemen: dari sekadar menjalankan standar operasional, menuju pelayanan yang benar-benar berorientasi pada kepuasan dan keselamatan pasien. Evaluasi tidak lagi berhenti pada laporan, tetapi diarahkan menjadi pijakan konkret untuk perubahan sistem.

Beberapa langkah strategis mulai disiapkan, mulai dari penataan ulang alur layanan, penguatan kapasitas tenaga medis, hingga pembenahan sistem kerja yang lebih adaptif dan terintegrasi. Fokusnya jelas—memotong hambatan birokrasi layanan dan mempercepat respons terhadap kebutuhan pasien.

Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi konsistensi manajemen RSUD ZUS. Sebab, evaluasi tanpa tindak lanjut hanya akan menjadi formalitas. Publik kini menunggu, sejauh mana hasil evaluasi ini benar-benar diterjemahkan menjadi perubahan nyata di lapangan.

Jika pembenahan berjalan konsisten, RSUD ZUS berpeluang mengembalikan—bahkan meningkatkan—kepercayaan masyarakat. Namun jika tidak, evaluasi ini justru akan menjadi catatan bahwa persoalan telah diketahui, tetapi belum sepenuhnya diselesaikan.

Exit mobile version