Pelatihan ini diikuti oleh seluruh prajurit dari Yonif 713/ST dan dipimpin langsung oleh Batih Ops Korem 133/NW, Serka Latif Hamzah. Kegiatan ini dirancang untuk memperbarui pengetahuan prajurit mengenai tahapan pengendalian huru hara, serta teori dan aturan yang harus dipatuhi dalam pelaksanaan pengamanan di lapangan. Pelatihan ini tidak hanya mencakup teori, tetapi juga praktek langsung untuk memastikan kesiapan prajurit dalam menghadapi situasi-situasi yang mungkin timbul selama Pilkada.
Dalam pelatihan tersebut, Serka Latif Hamzah menegaskan betapa krusialnya pelatihan ini untuk memastikan bahwa setiap prajurit memahami peran dan fungsinya dalam pengamanan Pilkada mendatang. “Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada prajurit mengenai tata cara pengamanan Pemilu dan mengasah kemampuan mereka dalam menangani dan menanggulangi potensi kerawanan yang mungkin terjadi,” ujar Serka Latif.
Dengan pelatihan ini, Korem 133/Nani Wartabone berharap prajurit mereka akan lebih siap dan terampil dalam menghadapi kemungkinan ancaman dan gangguan yang dapat mempengaruhi jalannya Pilkada serentak di Provinsi Gorontalo. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kekompakan prajurit, serta memastikan keamanan dan kelancaran proses demokrasi yang penting bagi masyarakat. (***)
