Kerajinan bunga akrilik ini tidak hanya menarik perhatian karena keindahannya, tetapi juga karena harganya yang bersaing. Dipasarkan dengan rentang harga Rp50 ribu hingga Rp500 ribu per pot, tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya. Harga yang terjangkau ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Inisiatif seperti ini memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian desa, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Dengan keberlanjutan produksi dan dukungan dari masyarakat setempat, diharapkan UMKM di Desa Topi dapat terus berkembang, memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (Red)
