Upacara berlangsung khidmat sejak pukul 08.30 WITA dan dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, dengan melibatkan sekitar 80 peserta dari unsur prajurit, Persit Kartika Chandra Kirana, serta keluarga besar pahlawan.
Dalam suasana penuh penghormatan, seluruh peserta mengikuti rangkaian prosesi yang diawali dengan laporan komandan upacara, penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga oleh Danrem, penghormatan terakhir, hingga prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan. Setelah prosesi utama selesai, seluruh peserta secara bergantian melakukan tabur bunga sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih atas pengorbanan para pejuang bangsa.
Sejumlah pejabat utama Korem 133/Nani Wartabone turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasi Intel Kasrem Kolonel Kav Erwandarno, Kasiter Kasrem Kolonel Kav Eko Julyanto, M.T.Han, Kasi Ops Kasrem Letkol Inf Hendra Mirza, serta Dandim 1304/Gorontalo Letkol Inf Jon Patar Hasudungan Banjarnahor, S.I.P., M.I.P. Hadir pula para komandan satuan, kepala badan pelaksana, perwira staf, Danramil jajaran Kodim 1304/Gorontalo, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang jajaran Koorcab Rem 133/NW beserta pengurus.
Momentum tersebut juga dihadiri keluarga besar almarhum Nani Wartabone, termasuk Arisman Wartabone selaku cucu dari putra Nani Wartabone beserta keluarga. Kehadiran keluarga tokoh nasional asal Gorontalo itu menambah makna emosional dalam peringatan hari jadi Korem yang mengusung nama pahlawan nasional tersebut.
Adapun susunan pasukan dalam upacara terdiri atas satu regu Kelompok Perwira Pertama (Pama) Korem 133/NW, satu peleton Persit Kartika Chandra Kirana bersama keluarga Nani Wartabone, satu regu perwira Korem 133/NW, satu peleton Korps Musik (Korsik) Korem 133/NW, serta satu peleton personel Kodim 1304/Gorontalo.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, upacara ziarah ini menjadi refleksi atas nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan kepada generasi penerus. Bagi prajurit Korem 133/Nani Wartabone, penghormatan kepada para pejuang bukan hanya diwujudkan melalui prosesi tabur bunga, tetapi juga melalui komitmen untuk melanjutkan semangat pengabdian dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Nama Nani Wartabone yang melekat pada Korem 133/NW memiliki makna historis yang kuat bagi masyarakat Gorontalo. Sebagai salah satu tokoh perjuangan nasional, Nani Wartabone dikenal karena keberanian dan dedikasinya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai tersebut terus dijadikan inspirasi bagi prajurit TNI dalam menjalankan tugas, baik dalam menjaga kedaulatan negara maupun membangun kedekatan dengan masyarakat.
Peringatan HUT ke-8 Korem 133/Nani Wartabone melalui upacara ziarah ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat patriotisme, pengorbanan, dan cinta tanah air harus terus dipelihara sebagai fondasi utama dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
