Program TMMD: Ketika Negara Hadir Lewat Sentuhan Kemanusiaan

Program TMMD: Ketika Negara Hadir Lewat Sentuhan Kemanusiaan

GORONTALO — Di tengah riuhnya pembangunan jalan dan jembatan, ada kisah sunyi namun penuh makna yang lahir dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo. Di Desa Tonala dan Dulamayo, sentuhan tangan para prajurit tak hanya menegakkan dinding rumah, tetapi juga menegakkan kembali martabat manusia.

Melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), TMMD hadir bukan sebagai proyek pembangunan biasa. Ia menjadi jembatan antara batu bata dan harapan — membangun bukan hanya tembok, tapi juga kehidupan yang lebih bermartabat bagi masyarakat kecil.

Letkol Arh Roma Laksana Yudha, Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo sekaligus Dansatgas TMMD ke-126, menegaskan filosofi yang sederhana namun menyentuh hati.

“Bagi kami, ini adalah program Menata Lantai, Menata Hidup. Ketika keluarga memiliki tempat tinggal yang layak, semangat hidup mereka ikut bangkit. Mereka merasa dihargai, merasa setara, dan itu adalah nilai sosial yang tidak ternilai,” ujarnya.

Ungkapan itu terasa hidup ketika melihat wajah Ibu Ira R. Sude (45), warga Desa Tonala, yang kini menatap rumahnya dengan mata berkaca-kaca. Dulu ia sering merasa malu menyambut tamu karena lantai tanah dan atap bocor yang selalu menetes setiap hujan turun. Kini, rumahnya berdiri lebih kokoh dan bersih.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah rata dan bersih. Anak-anak bisa bermain di lantai tanpa kotor. Kami sudah tidak malu lagi menerima tamu. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” tutur Ira, lirih namun penuh rasa syukur.

Program ini juga menjadi potret nyata gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat. Prajurit TNI dan warga bekerja tanpa sekat — bersama mengaduk semen, memanggul kayu, hingga menata genting di bawah terik matahari. Di sana, rasa kebersamaan dan solidaritas tumbuh subur.

Selain bedah rumah, TMMD ke-126 juga menata sendi-sendi kehidupan lain: membangun jalan, fasilitas MCK, dan menggelar penyuluhan kesehatan serta kebangsaan. Semua diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat dari akar terdalamnya.

Lebih dari sekadar memperbaiki rumah, TMMD membangun kembali rasa percaya diri masyarakat. Bahwa kemiskinan bukanlah alasan untuk kehilangan harga diri. Dan dari sebuah rumah sederhana yang kini berdiri lebih layak, lahir keyakinan baru bahwa negara masih hadir untuk mereka — dari lantai yang kini kokoh, hingga hidup yang kembali tegak. ###

Exit mobile version