Menurut dr. Ardiansyah, evaluasi yang dilakukan Kemenkes dan BPJS melalui sistem RS Online bukanlah bentuk sanksi, melainkan bagian dari pembinaan teknis yang menjadi prosedur standar dalam menjaga kualitas layanan rumah sakit di Indonesia.
“Kami ingin menegaskan bahwa RSUD ZUS masih berstatus tipe C. Tidak ada keputusan resmi mengenai penurunan status. Ini hanya proses evaluasi rutin,” tegasnya pada Minggu (29/6/2025).
Isu yang memicu evaluasi ini berasal dari satu indikator teknis, yakni jumlah ventilator di ruang ICU. Dalam standar pelayanan rumah sakit tipe C, setiap ruang ICU dengan enam tempat tidur harus memiliki 70% ketersediaan ventilator—yang berarti minimal lima unit. Saat ini, RSUD ZUS memiliki empat unit, sehingga dianggap belum sepenuhnya memenuhi syarat tersebut.
Namun demikian, pihak rumah sakit telah lebih dulu mengantisipasi kekurangan ini. Dua unit ventilator tambahan sudah dipesan dan sedang dalam proses pengiriman dari penyedia pihak ketiga.
“Sebelum hasil evaluasi keluar, kami sudah melakukan proses pengadaan. Ini menunjukkan komitmen kami dalam pemenuhan standar,” jelas dr. Ardiansyah.
Setelah alat tiba, data akan segera diperbarui di aplikasi RS Online dan rumah sakit juga akan mengirim pemberitahuan resmi kepada BPJS Kesehatan untuk melakukan proses kredensialing ulang.
Langkah ini, menurut pihak manajemen RSUD ZUS, menjadi bukti keseriusan mereka dalam memenuhi kewajiban sebagai institusi layanan publik.
Lebih dari sekadar memenuhi syarat administratif, dr. Ardiansyah menekankan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya akan terus bertransformasi ke arah pelayanan yang lebih prima.
“Kami tidak hanya memenuhi persyaratan teknis, tetapi juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan untuk masyarakat. Kritik dan masukan kami terima sebagai bagian dari proses pembelajaran,” katanya.
Dengan sikap terbuka, respons cepat, serta ketegasan dalam menghadapi isu, RSUD ZUS menunjukkan bahwa pelayanan publik berkualitas tetap menjadi prioritas utama—tanpa kompromi terhadap integritas status kelembagaan. (Ca’ Nang)
