Meski kerap dianggap sepele, penerangan malam justru menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di fasilitas publik, terutama rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti.
“Penerangan jalan ini bukan soal estetika semata. Ini menyangkut keselamatan orang yang lalu-lalang saat malam, baik pasien, pengunjung, maupun petugas kesehatan,” tegas Direktur RSUD ZUS, dr. Mohammad Ardiansyah, Kamis (17/07/2025).
Langkah ini bukan sekadar tambal sulam, tetapi bagian dari program strategis pembenahan sarana dan prasarana yang tengah digencarkan manajemen rumah sakit. Keluhan masyarakat terkait minimnya pencahayaan malam menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara bertahap, khususnya di jalur lingkar dalam rumah sakit yang rawan gelap.
Selain soal visibilitas, penerangan jalan turut berperan dalam menciptakan iklim psikologis yang positif bagi pasien dan keluarga. “Kondisi terang memberikan rasa aman, dan rasa aman adalah bagian dari proses pemulihan pasien,” imbuh Ardiansyah.
Lebih jauh, pihak RSUD ZUS juga telah merancang peningkatan fasilitas lainnya, seperti penataan ruang tunggu, taman rumah sakit, serta pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis. Semua ini dirancang untuk memperkuat konsep pelayanan kesehatan berbasis hospitality, bukan hanya fungsi kuratif.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, RSUD ZUS ingin menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya terletak pada kompetensi medis, tetapi juga pada perhatian terhadap kebutuhan sosial dan emosional masyarakat. (Red)
