Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M, yang bertindak atas nama Presiden Republik Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-2420 Tahun 2025, pasangan Thariq-Nurjana resmi menjabat sebagai nahkoda pemerintahan daerah untuk periode 2025–2030.
“Dengan mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa… saya, Gubernur Gorontalo, atas nama Presiden Republik Indonesia, dengan resmi melantik Saudara Thariq Modanggu dan Saudari Nurjana Hasan Yusuf,” ujar Gubernur Gusnar dengan lantang saat memimpin sumpah jabatan.
Momentum Perubahan dan Penguatan Komitmen
Gubernur dalam sambutannya menekankan bahwa jabatan kepala daerah bukan sekadar prestise politik, melainkan amanah yang membawa konsekuensi besar terhadap kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan hanya disaksikan oleh manusia, tetapi juga oleh Tuhan yang Maha Kuasa.
“Sumpah ini mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan negara… Harus diucapkan dengan kesadaran penuh, keikhlasan, dan kejujuran,” tegas Gubernur Gusnar.
Kehadiran Forkopimda Provinsi Gorontalo, para kepala daerah se-Gorontalo, serta pejabat penting lainnya menandai pentingnya prosesi ini dalam agenda pembangunan daerah. Turut hadir pula Penjabat Bupati sebelumnya, Sila Botutihe, sebagai bagian dari kesinambungan administrasi pemerintahan.
Dinamika Baru dalam Kepemimpinan Daerah
Pasangan Thariq Modanggu dan Nurjana Hasan Yusuf dikenal sebagai figur yang berpengalaman di birokrasi dan aktif dalam penguatan pembangunan daerah. Pelantikan ini menjadi titik awal realisasi janji-janji politik yang sebelumnya digaungkan, mulai dari penguatan sektor pertanian, layanan publik yang inklusif, hingga pengembangan kawasan pesisir.
Kepemimpinan kolaboratif antara Thariq dan Nurjana diharapkan mampu menjawab tantangan besar Gorontalo Utara, termasuk meningkatkan kualitas infrastruktur, pendidikan, serta menekan angka kemiskinan di wilayah pesisir dan pedalaman.
Arah Baru Lima Tahun ke Depan
Dengan pelantikan ini, roda pemerintahan Kabupaten Gorontalo Utara resmi digerakkan oleh pemimpin baru. Tantangan ke depan tidaklah ringan, namun kepercayaan masyarakat telah diberikan. Transisi ini diharapkan menjadi momentum percepatan pembangunan berbasis potensi lokal dan partisipasi masyarakat.
Kini, semua mata tertuju pada duet Thariq–Nurjana. Rakyat menanti gebrakan dan perubahan nyata, sekaligus berharap agar visi dan misi kampanye mereka tak berhenti di atas panggung pidato, melainkan terwujud dalam kerja nyata yang membumi. (CN)
