“Cinta di Balik Pohon”

Foto: FB Marwan

Goresan Pena – Di sebuah desa terpencil, di balik rimbunnya pepohonan tua, terdapat sebuah cerita cinta yang tersembunyi. Pohon besar itu selalu menjadi saksi bisu bagi setiap kisah asmara yang melewati sisi tersembunyi desa itu.

Rama dan Sita, dua remaja desa yang tumbuh bersama sejak kecil, menemukan tempat rahasia di balik pohon itu sebagai tempat mereka bertemu. Mereka berbagi cerita, tawa, dan mimpinya di sana, di bawah naungan dedaunan yang lebat.

Namun, cinta mereka menjadi rahasia. Di desa itu, keluarga mereka memiliki sejarah panjang konflik yang tak pernah terselesaikan. Rama adalah anak dari kepala desa, sementara Sita adalah putri seorang petani yang hidup sederhana. Hubungan mereka dianggap tidak mungkin oleh banyak orang.

Namun, cinta mereka tak terhentikan oleh konflik itu. Mereka menanam bibit-bibit cinta di balik pohon itu, seperti akar yang menyatu dalam tanah yang sama. Saat mereka bertemu di sana, suasana seakan memisahkan mereka dari konflik yang melanda desa mereka.

Hingga suatu hari, badai besar menerpa desa, merusak pohon tua itu. Rama dan Sita terpukul, tempat rahasia mereka telah hancur. Namun, dari reruntuhan pohon itu, mereka menemukan buku harian tua yang dipegang erat oleh akar pohon.

Di dalam buku harian itu, kisah cinta dari generasi sebelumnya, yang juga terhalang oleh konflik keluarga, tercatat dengan indah. Itu memberi mereka semangat dan harapan baru. Mereka menyadari bahwa cinta mereka memiliki kekuatan yang sama untuk mengubah takdir seperti kisah cinta di buku harian itu.

Rama dan Sita memutuskan untuk bersama-sama menyelesaikan konflik yang telah lama terjadi. Dengan harapan membangun jembatan antara keluarga mereka, mereka mulai mengajak dialog dan merangkul perdamaian.

Cinta mereka tak lagi tersembunyi di balik pohon itu. Kini, cinta mereka menjadi inspirasi untuk mengubah sudut pandang dan menebar perdamaian di desa mereka. Dan di balik pohon itu, tumbuh kembali pepohonan yang kuat, menjadi saksi dari kisah cinta yang mencerahkan desa mereka.

Dikutip dari Status Akun FB Marwan. Sang Kades Potanga. 

(BYP)

Exit mobile version