Apresiasi Peserta Terbaik, RSUD ZUS Tegaskan Komitmen Lahirkan Tenaga Kesehatan Tanggap Darurat

Apresiasi Peserta Terbaik, RSUD ZUS Tegaskan Komitmen Lahirkan Tenaga Kesehatan Tanggap Darurat (Foto: Tim)

onetalk.co.id Gorontalo, 27 Januari 2025 – Momentum hari ketiga pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) di RSUD dr. Hi Zainal Umar Sidiki (ZUS) dimanfaatkan manajemen rumah sakit untuk memberikan suntikan motivasi bagi para peserta. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan performa luar biasa, pihak rumah sakit memberikan apresiasi khusus kepada peserta terbaik. Penghargaan ini tak hanya menjadi simbol pencapaian, tetapi juga pemantik semangat bagi tenaga medis lainnya dalam meningkatkan kapasitas penanganan kegawatdaruratan jantung.

Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan RSUD ZUS, Verliana V. Terok, S.Kep, yang mewakili Direktur Rumah Sakit, menyampaikan secara langsung penghargaan tersebut kepada peserta terpilih. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pelatihan ACLS bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian penting dari reformasi kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.

“Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas komitmen dan ketekunan para peserta. Namun lebih dari itu, ini adalah dorongan moral untuk semua tenaga medis agar terus belajar dan berkembang demi pelayanan yang lebih cepat dan tepat,” ujar Verliana.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama enam hari ini, peserta dibekali keterampilan kritis yang berkaitan dengan penanganan henti jantung mendadak, aritmia, serta penggunaan alat bantu seperti defibrillator. Bagi RSUD ZUS, keberhasilan pelatihan ini menjadi bagian integral dari upaya menciptakan ekosistem pelayanan yang sigap, profesional, dan humanis.

Verliana juga menekankan pentingnya menjadikan penghargaan tersebut sebagai pelecut semangat, bukan sekadar pencapaian personal. Ia berharap setiap peserta menjadikan pelatihan ini sebagai titik tolak untuk perubahan positif di ruang-ruang pelayanan rumah sakit.

“Ilmu yang diperoleh harus hidup dan terus berkembang, tidak boleh berhenti di pelatihan saja. Dedikasi peserta hari ini menentukan keselamatan pasien esok hari,” tegasnya.

Salah satu peserta terbaik mengungkapkan rasa harunya saat menerima penghargaan. Baginya, pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras dan dorongan sesama peserta serta fasilitator. Ia menyebut bahwa pelatihan ini memperkuat keyakinannya akan pentingnya kesiapan dalam situasi krisis medis.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab lebih besar. Saya ingin terus mengasah diri dan berbagi ilmu kepada rekan sejawat,” katanya.

Dengan dukungan penuh dari manajemen dan semangat tinggi para peserta, RSUD ZUS menunjukkan bahwa transformasi layanan kesehatan bukan sekadar wacana. Melalui pelatihan seperti ACLS, rumah sakit ini menyiapkan garda terdepan kesehatan masyarakat yang profesional, tangguh, dan penuh empati. (Ca’Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *