GORONTALO UTARA — Pemerhati sosial Gorontalo Utara, Azis Latif, kembali menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan terkait PT Bukit Agri Mandiri (BAM) bukan soal sedikit atau banyaknya warga yang dipekerjakan perusahaan tersebut. Azis menilai persoalan sesungguhnya terletak pada nasib para sopir yang selama ini bekerja keras namun diduga tidak memperoleh upah yang setimpal dengan beban kerja mereka.
“Jangan melihat persoalan ini dari kacamata angka serapan tenaga kerja saja. Lihat dari sisi manusianya. Para sopir itu bekerja dengan tenaga, waktu, dan risiko besar. Pertanyaannya: apakah jerih payah mereka dihargai secara layak?” ujar Azis, Kamis (15/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pekerja bukan sekadar data pendukung argumentasi atau pencapaian perusahaan, melainkan manusia yang punya keluarga untuk dinafkahi dan tanggung jawab ekonomi yang harus dipenuhi.
“Kalau ada sopir yang merasa gajinya tidak sesuai lelah, itu bukan keluhan kecil. Itu sinyal bahwa ada masalah yang harus dibenahi. Perusahaan boleh besar, boleh legal secara administrasi, tetapi apakah mereka adil terhadap orang-orang yang bekerja menggerakkan roda operasionalnya?” ungkap Azis.
Azis juga merespons pernyataan yang menyebut protes sopir seharusnya tidak mengganggu produktivitas perusahaan. Menurutnya, justru kesejahteraan pekerja adalah fondasi dari produktivitas itu sendiri.
“Produktivitas tidak boleh dibayar dengan keringat yang tak dihargai. Kalau sopir merasa terbebani dan tidak dihargai, maka wajar mereka bersuara. Itu hak mereka. dan itu bukan ancaman bagi perusahaan, melainkan pengingat bahwa kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa fungsi pengawasan pemerintah daerah melalui dinas terkait tetap harus berjalan untuk memastikan setiap pekerja mendapatkan hak-hak dasar yang dijamin undang-undang.
“Saya tidak sedang bermusuhan dengan perusahaan, juga tidak menuduh pemerintah. Yang saya perjuangkan adalah rasa keadilan. Jangan sampai ada pekerja yang diperlakukan seperti mesin. Mereka manusia. Dan manusia harus dihargai,” pungkasnya. ###












