, Gorontalo Utara – Gorontalo Utara baru-baru ini menjadi sorotan akibat protes dari aktivis terkait proyek yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Para aktivis menuduh adanya proses pengklikan dan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Mereka juga mengkritik tidak adanya sosialisasi yang memadai kepada para kontraktor.
Sebagai putra Gorontalo Utara yang tinggal di Gentuma, Batrisal Blongkod merasa pemerintah daerah, khususnya Bupati, harus segera menyelesaikan permasalahan ini agar tidak memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Dalam situasi menjelang Pemilihan Kepala Daerah, adalah tugas utama Penjabat Bupati Gorontalo Utara untuk memastikan stabilitas dan kesuksesan pemilu, sehingga langkah-langkah konkret harus segera diambil. Kamis (04/07/2024)
Tuntutan para aktivis sebenarnya cukup sederhana. Mereka meminta agar Kepala Bidang Bina Marga diganti dengan seseorang yang lebih profesional dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak, baik kontraktor lokal maupun dari luar daerah. Ini dianggap penting untuk menghindari konflik terkait pekerjaan proyek di Gorontalo Utara, ujarnya.
Kabid Bina Marga juga seharusnya memberikan penjelasan kepada publik mengenai alasan tidak terjalinnya komunikasi dengan beberapa kontraktor. Klarifikasi ini penting agar tidak ada kesalahpahaman yang berlarut-larut.
Sebagai masyarakat Gorontalo Utara, kami hanya ingin wilayah ini tetap damai dan sejuk. Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini dengan bijaksana dan transparan, demi kebaikan bersama. tutup Batrisal Blongkod (***)












