Berkah di Ujung Usia: Haru Petani Tua Molutabu Dapat Rumah Layak dari TMMD

Berkah di Ujung Usia: Haru Petani Tua Molutabu Dapat Rumah Layak dari TMMD (Foto: Haris)

onetalk.co.id Gorontalo – Di tengah riuhnya pembangunan nasional, masih ada sisi kehidupan yang sering luput dari sorotan: mereka yang hidup dalam keterbatasan di pedesaan. Namun di Desa Molutabu, Kecamatan Kabila Bone, secercah harapan baru menyala di usia senja seorang petani sederhana. Ali Datubiya (65), yang selama ini tinggal di rumah reyot berdinding kayu lapuk dan beratap seng bekas, kini menyaksikan perubahan besar dalam hidupnya berkat tangan-tangan penuh kasih dari Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1304/Gorontalo.

Dengan semangat kemanusiaan yang membara, Satgas TMMD melanjutkan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ali hingga kini mencapai progres 75 persen, Sabtu (26/07/2025). Pembangunan ini bukan sekadar kerja teknis, tetapi sebuah gerakan hati yang membawa perubahan nyata bagi warga kurang mampu.

Komandan Kodim 1304/Gorontalo, Kolonel Arm Asep Ridwan, S.H., M.Han., selaku Dansatgas TMMD, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata pengabdian TNI dalam menjangkau masyarakat pelosok yang selama ini nyaris tak tersentuh pembangunan formal.

“Rumah Pak Ali sebelumnya sangat memprihatinkan. Kami sepakat untuk merenovasi total demi memberikan hunian yang layak dan bermartabat bagi beliau dan keluarganya,” ujar Dansatgas saat meninjau lokasi.

Yang membuat proses ini istimewa adalah keterlibatan warga dalam pengerjaan. Dengan gotong royong, rumah dibangun bukan hanya oleh tenaga profesional, tapi oleh tangan-tangan yang digerakkan oleh rasa peduli.

Sertu Winaryo dari Satgas TMMD menyebutkan bahwa pembangunan rumah ini dimulai sejak hari pertama pelaksanaan TMMD dan kini tengah dalam tahap penyelesaian. Struktur rumah sudah berdiri kokoh, dan saat ini pengerjaan fokus pada tangga dan penyempurnaan dinding.

“Kami optimistis rumah ini bisa segera dihuni. Melihat wajah Pak Ali yang sumringah tiap kali melihat progresnya, itu jadi energi tambahan bagi kami,” tuturnya.

Ali sendiri tak kuasa membendung rasa harunya. Di usia senja, ia tidak pernah membayangkan akan memiliki rumah layak huni. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih yang dalam.

“Ini lebih dari mimpi. Saya hanya petani kecil. Tapi sekarang, berkat bantuan TNI, saya dan keluarga punya tempat tinggal yang aman dan nyaman. Terima kasih, Pak TNI. Terima kasih semuanya,” ujar Ali dengan mata berkaca-kaca.

TMMD ke-125 tidak hanya berbicara soal infrastruktur. Program ini juga menyentuh sisi-sisi kemanusiaan lewat penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan pelatihan keterampilan. Semangat pengabdian tanpa pamrih menjadi napas dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Di balik deru mesin dan suara palu, ada kisah tentang harapan, tentang cinta untuk negeri, dan tentang komitmen TNI yang terus hadir menjadi penjaga nurani bangsa—bahkan di rumah-rumah paling sederhana seperti milik Ali Datubiya. (BYP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *