, Gorontalo Utara – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) pada Kamis (23/01/2025) mengakibatkan longsor di Dusun Moniko, Desa Kikia, Kecamatan Sumalata. Material longsor sempat menutup akses jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Gorontalo Utara dengan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan kendaraan.
Dengan sigap, Danramil 03-1314/Sumalata, Letda Inf Joni Bernat Siby, memimpin langsung upaya pembersihan material longsor bersama jajaran TNI, Polsek Sumalata yang dipimpin oleh Iptu Nurwahit Kiyai Demak, aparat Desa Kikia, serta masyarakat setempat pada Jumat (25/01/2025). Berkat koordinasi dan kerja keras tim gabungan ini, akses jalan Trans Sulawesi berhasil dipulihkan dalam waktu singkat.
“Wilayah ini memang rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi seperti kemarin. Kami langsung bergerak bersama tim untuk membersihkan jalan agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas kembali,” ujar Letda Inf Joni Bernat Siby.
Meski jalan sudah dapat digunakan, Joni mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi lokasi bekas longsor. “Kondisi jalan masih licin, dan cuaca belum sepenuhnya bersahabat. Kami minta pengendara lebih waspada agar terhindar dari risiko kecelakaan,” tambahnya.
Kapolsek Sumalata, Iptu Nurwahit Kiyai Demak, yang turut memimpin di lapangan, menyampaikan apresiasi atas kerja keras Danramil, aparat desa, dan masyarakat dalam menangani bencana ini. Ia juga meminta masyarakat Desa Kikia dan sekitarnya untuk selalu siaga menghadapi kemungkinan longsor susulan.
“Kami akan terus memantau situasi dan siap merespons jika terjadi hal serupa. Semangat gotong royong seperti ini sangat penting untuk mempercepat penanganan bencana,” kata Iptu Nurwahit.
Aksi cepat yang dipimpin oleh Letda Inf Joni Bernat Siby menunjukkan peran penting TNI dalam membantu masyarakat menghadapi bencana. Ke depan, sinergi antara aparat dan masyarakat ini diharapkan dapat ditingkatkan, bersama dengan upaya mitigasi bencana dari pemerintah daerah untuk mengurangi risiko di wilayah rawan longsor seperti Desa Kikia. (***)












