POHUWATO – Kunjungan Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, ke wilayah Kodim 1313/Pohuwato, Rabu (26/11/2025), menegaskan satu hal: pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bukan sekadar proyek fisik, tetapi instrumen penting untuk menggerakkan roda ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Dalam peninjauan yang berlangsung di Desa Huyula, Kecamatan Randangan, Danrem turun langsung mengecek setiap detail progres pembangunan—mulai dari kualitas konstruksi, kesiapan ruang penyimpanan komoditas, hingga aspek operasional yang akan menunjang aktivitas ekonomi warga.
Ia tidak hanya memantau, tetapi juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap proyek ini akan diperketat.
“KDMP harus menjadi sentra ekonomi warga, bukan proyek yang selesai di atas kertas. Ini akan memangkas rantai pasok dan memberikan harga yang adil bagi petani maupun masyarakat,” ujar Danrem.
Didampingi jajaran perwira Korem dan Kodim, Danrem memastikan tidak ada kompromi terhadap kualitas pekerjaan. Penyelesaian tepat waktu menjadi perhatian utama, namun tanpa mengurangi spesifikasi teknis.
Danrem juga menekankan bahwa TNI AD akan terus mengawal pengelolaan KDMP setelah beroperasi nanti. Babinsa dan unit teritorial di lapangan akan diberi peran penting dalam memastikan koperasi berjalan efektif dan bermanfaat.
“TNI AD mendukung penuh upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. KDMP harus menjadi motor ekonomi baru di desa-desa Pohuwato,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 1313/Pohuwato Letkol Inf Madiyan Surya menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menyelesaikan kendala teknis. Target peresmian tetap dipertahankan agar KDMP segera berfungsi optimal.
Proyek ini diharapkan menjadi pilot project kemandirian ekonomi desa di Provinsi Gorontalo, sekaligus contoh bagaimana sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu melahirkan inovasi pembangunan berbasis kebutuhan warga.












