BOALEMO – Komitmen nyata TNI dalam mempercepat pembangunan desa kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Komandan Korem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, yang turun langsung meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di wilayah Kodim 1316/Boalemo, Senin (4/5/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengawasan aktif sekaligus motivasi moral bagi prajurit dan masyarakat yang terlibat. Didampingi Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Wiratama Suryono, Danrem menyisir langsung titik-titik pembangunan di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito—wilayah yang menjadi fokus percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
Dalam peninjauan tersebut, Danrem memastikan setiap progres pembangunan berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan. Beberapa sasaran fisik utama yang menjadi perhatian meliputi:
- Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Tiga unit rumah warga kurang mampu tengah dibangun ulang untuk menghadirkan hunian yang lebih layak, sehat, dan manusiawi. - Pembangunan Jalan Rabat Beton
Infrastruktur ini menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga, membuka akses ekonomi serta mempercepat konektivitas antarwilayah desa. - Fasilitas Sanitasi dan Air Bersih
Pembangunan MCK dan penyediaan sumber air bersih menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat.
Dengan pendekatan detail dan menyeluruh, Danrem menunjukkan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari penyelesaian proyek, tetapi juga dari manfaat jangka panjang yang dirasakan masyarakat.
Di sela kegiatan, Brigjen Hardo Sihotang menegaskan pentingnya komunikasi aktif dan respons cepat terhadap setiap kendala di lapangan. Ia menekankan bahwa setiap hambatan teknis harus segera diatasi melalui koordinasi yang efektif.
“Setiap kendala sekecil apa pun harus segera dikoordinasikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Solusi harus cepat ditemukan agar pekerjaan tetap sesuai jadwal,” tegasnya.
Arahan ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang adaptif, tegas, namun tetap solutif—sebuah kombinasi penting dalam menjaga ritme pembangunan di lapangan.
Menanggapi arahan tersebut, Letkol Czi Wiratama Suryono memastikan bahwa seluruh jajaran Satgas telah melakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi berbagai tantangan, termasuk kendala logistik dan keterbatasan alat di medan kerja.
Dengan koordinasi internal dan eksternal yang terus diperkuat, pihaknya optimistis seluruh target TMMD ke-128 dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kami tetap optimis seluruh sasaran akan rampung 100 persen sebelum 21 Mei, dengan tetap mengedepankan kualitas hasil pembangunan,” ujarnya.
Kehadiran Danrem di lokasi TMMD menjadi simbol kuat bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.
Semangat gotong royong yang terbangun di Desa Hutamonu menjadi energi utama dalam menyukseskan program ini. Kolaborasi antara prajurit dan warga mencerminkan nilai luhur kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi kekuatan bangsa.
Program TMMD ke-128 di Boalemo diharapkan menjadi katalisator pemerataan pembangunan di wilayah pelosok. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa.
Dengan pengawasan langsung dari pimpinan, kerja terukur di lapangan, serta dukungan penuh masyarakat, TMMD ke-128 tampil sebagai bukti konkret bahwa pembangunan dari pinggiran bukan sekadar wacana—melainkan aksi nyata yang terus bergerak maju. (***)













