Pohuwato – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) di Polres Pohuwato menjadi ruang perenungan bagi seluruh personel untuk memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus memperkuat etos pengabdian kepada sesama. Kegiatan yang digelar Rabu (21/1/2026) ini diikuti oleh Wakapolres, jajaran Pejabat Utama, perwira, personel Polres, ASN Polri, serta Bhayangkari.
Dengan tema “Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial”, peringatan ini diarahkan sebagai ajakan transformasi batin: dari sekadar menjalankan rutinitas tugas, menuju pengabdian yang bernilai ibadah.
Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga simbol perjalanan spiritual manusia menuju kesadaran akan tanggung jawab di hadapan Allah. Perintah shalat lima waktu yang diterima Rasulullah SAW menjadi pengingat bahwa setiap gerak langkah, termasuk dalam menjalankan profesi, harus berangkat dari ketundukan dan keikhlasan.
Dalam tausiahnya, Drs. KH Fahry Djafar, M.HI. menekankan bahwa keteguhan iman adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan tugas.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita untuk tetap lurus dalam ketaatan dan tulus dalam pengabdian. Jika iman kuat, maka pelayanan kepada masyarakat akan lahir dari hati yang bersih,” tuturnya.
Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen evaluasi diri bagi seluruh personel.
“Polri harus hadir sebagai pelayan yang jujur, amanah, dan peduli. Nilai-nilai dari Isra Mi’raj ini kami harapkan menjadi kompas moral dalam setiap tindakan,” ujarnya.
Melalui peringatan ini, Polres Pohuwato ingin menegaskan bahwa kekuatan institusi tidak hanya diukur dari profesionalisme, tetapi juga dari kedalaman spiritual para anggotanya. Dari mi’raj yang mengangkat ke langit, diharapkan lahir semangat baru untuk mengabdi di bumi dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lebih tulus.












