Di Balik Kontroversi, PT BAM Jadi Penopang Harapan Pekerja Lokal Gorontalo Utara

Pemerhati sosial Gorontalo Utara, Efendi Dali (Foto: Dok)

onetalk.co.id GORONTALO UTARA — Di tengah sorotan publik terhadap kinerja perusahaan dan pemerintah daerah, kisah lain muncul dari balik hiruk pikuk aktivitas industri di Gorontalo Utara. Bagi ratusan pekerja lokal yang menggantungkan hidupnya pada PT Bukit Agri Mandiri (BAM), perusahaan ini bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga sumber harapan untuk kehidupan yang lebih layak.

Efendi Dali, pemerhati sosial di Gorontalo Utara, menyayangkan adanya tudingan yang menyebut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) tidak peduli terhadap persoalan ketenagakerjaan di daerah tersebut. Menurutnya, komunikasi antara perusahaan dan pemerintah daerah selama ini berjalan baik dan konstruktif.

“Hubungan antara pihak perusahaan dengan pemerintah daerah sangat harmonis, tidak ada hambatan berarti. PT BAM juga patuh terhadap seluruh ketentuan hukum yang berlaku karena memiliki legal standing yang sah sesuai peraturan perundang-undangan,” tutur Efendi dalam rilis tertulis yang diterima redaksi, Kamis (13/11/2025).

Efendi menjelaskan, PT BAM merupakan perusahaan jasa pengangkutan kayu milik PT GCL dan PT GNJ yang berperan penting dalam memasok bahan baku ke PT GPL, pabrik wood pellet yang beroperasi di Gorontalo Utara. “Keberadaan PT BAM justru membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Saat ini, sekitar seratus tenaga kerja terserap, mulai dari operator alat berat, sopir, hingga pekerja lapangan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Efendi berharap, dinamika yang terjadi antara perusahaan dan sebagian sopir saat ini dapat diselesaikan melalui jalur mediasi yang adil. “Kami berharap proses mediasi berjalan dengan kepala dingin dan menghasilkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Jangan sampai protes yang ada justru mengganggu produktivitas dan mata pencaharian banyak orang,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, kehadiran perusahaan seperti PT BAM berperan besar dalam membantu pemerintah daerah menekan angka pengangguran di Gorontalo Utara. “Daripada memperuncing polemik, lebih baik semua pihak bergandengan tangan mendukung iklim kerja yang sehat dan berkeadilan,” tutup Efendi dengan nada harap. (Rls/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *