GORONTALO – Dalam balutan pagi yang suci dan penuh keberkahan, ratusan jamaah memadati Masjid Permata di lingkungan Markas Komando Resor Militer (Makorem) 133/Nani Wartabone. Prajurit, Aparatur Sipil Negara (PNS), Ibu Persit, serta masyarakat sekitar larut dalam kekhusyukan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Momentum ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi dari kemenangan ruhani setelah sebulan penuh ditempa dalam madrasah Ramadhan. Di tempat yang sama, perbedaan latar belakang melebur dalam satu saf, menegaskan bahwa di hadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah ketakwaan.
Kehadiran para pejabat Korem 133/Nani Wartabone, mulai dari Para Kepala Seksi (Kasi) Kasrem, Komandan Satuan, hingga jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 133 PD XIII/Merdeka, semakin menguatkan nilai kebersamaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Danrem 133/NW, Kasiops Kasrem 133/NW, Kolonel Inf Loka Jaya Sembada, S.I.P., mengingatkan bahwa Idul Fitri sejatinya adalah momentum kembali kepada fitrah—kesucian jiwa yang dibersihkan melalui ibadah, kesabaran, dan keikhlasan.
“Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga saat yang paling tepat untuk membuka pintu maaf, mempererat silaturahmi, dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi refleksi mendalam bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada aspek pertahanan, tetapi juga pada kokohnya nilai persaudaraan dan kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Masjid Permata pun menjadi saksi bisu bagaimana spiritualitas dan nasionalisme berjalan beriringan, membentuk harmoni yang menyejukkan.
Usai pelaksanaan shalat, suasana haru dan hangat terasa saat seluruh jamaah saling berjabat tangan, mengucapkan maaf lahir dan batin. Tradisi halal bihalal yang dilanjutkan menjadi simbol konkret dari ajaran Islam tentang pentingnya memaafkan, merajut kembali hubungan yang mungkin sempat renggang, serta meneguhkan komitmen untuk hidup dalam kedamaian.
Idul Fitri di Makorem 133/Nani Wartabone kali ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga menegaskan nilai-nilai luhur: bahwa iman yang kuat akan melahirkan persatuan, dan persatuan itulah yang menjadi fondasi kokohnya kehidupan berbangsa dan bernegara.












