Jalan Baru, Harapan Baru: TMMD Bangun Akses Masa Depan dari Molutabu ke Waolo

Jalan Baru, Harapan Baru: TMMD Bangun Akses Masa Depan dari Molutabu ke Waolo (Foto: Haris)

onetalk.co.id GORONTALO – Sebuah transformasi besar sedang terjadi di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, Kodim 1304/Gorontalo membuka jalan baru yang menghubungkan Desa Molutabu dengan Dusun Waolo—sebuah wilayah yang selama ini dikenal sulit diakses kendaraan bermotor.

Minggu (27/7/2025), alat berat ekskavator tampak bekerja tanpa henti di lokasi proyek, di bawah pengawasan langsung Babinsa Koramil 1304-05/Bone Pantai, Serda Fahrudin Gusasi. Didampingi tim teknis, operator alat berat, dan masyarakat setempat, ia memastikan setiap detail pengerjaan berjalan sesuai rencana, mulai dari jalur penggalian hingga arah pembukaan jalan yang mengacu pada desain teknis.

“Kami pastikan pekerjaan ini tidak hanya cepat, tapi juga aman dan sesuai standar. Ini bukan sekadar membuka jalan, ini membuka masa depan masyarakat,” tegas Serda Fahrudin.

Proyek ini mencakup pembukaan jalan sepanjang 1.350 meter dengan lebar 4 meter, serta pembangunan rabat beton sepanjang 550 meter, lebar 2 meter dan tebal 15 cm. Akses ini nantinya akan menghubungkan beberapa dusun yang selama ini nyaris terisolasi karena buruknya infrastruktur jalan.

Lebih dari Infrastruktur: Jalan Menuju Kehidupan yang Lebih Layak

Pembukaan jalan ini membawa lebih dari sekadar kemudahan mobilitas. Ia menjanjikan perubahan besar dalam dinamika sosial-ekonomi warga. Warga Dusun Waolo, yang selama ini harus menempuh medan berat hanya untuk menjual hasil panen atau mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, kini mulai melihat secercah harapan baru.

“Dulu kalau mau bawa hasil kebun ke pasar butuh waktu berjam-jam dan harus pikul. Sekarang kalau jalan ini jadi, kami bisa pakai motor bahkan mobil. Ini seperti mimpi,” ujar seorang warga setempat.

Sinergi TNI dan Rakyat: Pilar Kemajuan Desa

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi cermin dari empati dan tanggung jawab sosial TNI dalam memperkuat fondasi desa, baik fisik maupun sosial.

Dengan sinergi kuat antara TNI dan masyarakat, diharapkan jalan baru ini tak hanya mempermudah akses, tetapi juga menjadi jalur bagi masuknya pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik yang lebih baik ke wilayah pedalaman.

Jalan ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju kesejahteraan. Dari tanah yang dulunya sunyi, kini geliat pembangunan mulai terasa. Dan di balik gemuruh mesin ekskavator, suara harapan masyarakat pedesaan pun mulai menggema. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *