Gorontalo, 27 Maret 2026 – Langkah konkret percepatan pembangunan infrastruktur kembali ditunjukkan melalui dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan jembatan beton di Desa Ulapato B. Kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Danrem 133/Nani Wartabone bersama Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo, yang berlangsung sejak pagi hari di lokasi proyek.
Sejak awal kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat nyata. Kehadiran warga yang memadati lokasi mencerminkan harapan besar terhadap hadirnya akses penghubung yang lebih layak. Suasana berlangsung tertib, sekaligus sarat optimisme terhadap perubahan yang akan datang.
Dalam sambutannya, Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, S.H., menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional melalui TNI Angkatan Darat dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat. Ia menyoroti kondisi geografis yang selama ini menjadi kendala, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus melewati akses sulit, sehingga pembangunan jembatan menjadi solusi strategis dan mendesak.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya pekerjaan fisik yang akan segera dikerjakan secara bertahap. Keterlibatan berbagai pihak memperlihatkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, TNI juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat sekitar. Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara aparat dan warga, menciptakan kedekatan yang harmonis di tengah proses pembangunan.
Lebih jauh, Dandim berharap keberadaan jembatan ini nantinya mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta membuka akses ekonomi yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya dukungan bersama agar proses pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan dampak berkelanjutan.
Sementara itu, Danrem 133/Nani Wartabone menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil merupakan wujud nyata kehadiran negara. Ia menilai konektivitas sebagai faktor kunci dalam pemerataan pembangunan, sehingga perhatian terhadap daerah dengan keterbatasan akses harus terus menjadi prioritas.
Kegiatan berjalan lancar hingga akhir, ditutup dengan koordinasi teknis antar pihak sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan di lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan tepat waktu.
Pada akhirnya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Ulapato B bukan hanya proyek fisik semata, melainkan simbol perubahan dan harapan baru bagi masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan yang merata dan berkelanjutan di wilayah tersebut.












