Gorontalo Utara – Sejumlah pemilik lahan, termasuk Anton Hulinggato, mendatangi Kantor Desa Ilangata Barat, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara, untuk menanyakan kelanjutan pembayaran tahap kedua oleh PT. Gobel Bangun Lestari (GBL) pada Senin (17/03/2025). Dalam pertemuan tersebut, Anton meminta Kepala Desa Ilangata Barat, Kustiyanto Oli’i, untuk tidak memperlambat atau menghambat proses pembayaran dengan terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di masyarakat.
Anton menegaskan bahwa PT. GBL telah berkomitmen menyelesaikan pembayaran Down Payment (DP) pada minggu ini sesuai kesepakatan antara pembeli dan penjual. Menurutnya, seluruh pemilik lahan yang terlibat dalam transaksi ini tidak merasa dirugikan dan telah menyatakan kesepakatan mereka. Ia juga mengklarifikasi bahwa isu mengenai pemberian sejumlah Rp1.000 kepada panitia pembebasan lahan bukan merupakan pungutan liar, melainkan bentuk inisiatif dan rasa syukur dari pemilik lahan karena harga yang diterima sudah melebihi Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).
Selain itu, Anton membantah tuduhan yang menyebut Kepala Desa Ilangata Barat menjual lahan mangrove. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan telah diklarifikasi oleh seorang aktivis Provinsi Gorontalo yang menjabat sebagai Ketua Tim Investigasi Lembaga Bantuan Hukum Phasivic RI wilayah timur. Anton menambahkan bahwa tanah yang dijual oleh Kepala Desa adalah tanah pribadi yang telah bersertifikat dan tidak termasuk dalam kawasan hutan lindung.
Sebagai putra asli Desa Ilangata, Anton berharap pemerintah desa tidak menghambat proses pembayaran dengan mendengar atau termakan isu-isu yang tidak berdasar. Ia juga menegaskan bahwa Kepala Desa Ilangata Barat tidak pernah memaksa warga untuk menjual lahan mereka ke PT. GBL, melainkan masyarakat sendiri yang secara sukarela melakukan transaksi dengan perusahaan. Pemerintah desa dalam hal ini hanya berperan sebagai fasilitator antara penjual dan pembeli.
Lebih jauh, Anton mengajak seluruh pemerintah daerah untuk mendukung program pembangunan ekonomi kerakyatan, terutama di Kecamatan Anggrek. Ia menilai bahwa masuknya investor ke wilayah tersebut akan berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, kehadiran investor di Gorontalo Utara diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga. (BYP)












