Gorontalo – Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H. menunjukkan kepemimpinan langsung dalam membentuk karakter dan arah pengabdian perwira muda Polri dengan memberikan arahan strategis kepada 22 Perwira Pertama lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2025 serta perwira lulusan SIP Angkatan 54 Gelombang II. Arahan tersebut menjadi penanda kuat komitmen Kapolda dalam memastikan setiap perwira yang ditempatkan sebagai Pamapta di polres jajaran siap secara mental, moral, dan profesional.
Dalam penekanannya, Kapolda menegaskan bahwa hukum adalah komando tertinggi dalam setiap tindakan kepolisian. Ia mengingatkan para perwira muda bahwa jabatan Pamapta bukan sekadar penugasan struktural, melainkan tanggung jawab besar sebagai wajah negara di lapangan. Setiap keputusan, sikap, dan tindakan harus berlandaskan aturan hukum agar Polri tetap dipercaya dan dihormati oleh masyarakat.
Kapolda Gorontalo juga menekankan bahwa Pamapta merupakan ujung tombak pemeliharaan kamtibmas yang menuntut ketegasan, kepekaan, dan kemampuan memimpin anggota di lapangan. Ia mendorong para perwira muda untuk tampil sebagai pemimpin yang mampu mencegah gangguan keamanan sejak dini, bertindak cepat saat situasi berkembang, serta membangun kehadiran Polri yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tidak hanya menyoal kepemimpinan operasional, Kapolda turut menaruh perhatian serius pada disiplin dan kesiapan personel. Kerapian seragam, kelengkapan kendaraan dinas, serta kesiapan peralatan dinilai sebagai cerminan sikap profesional dan kedisiplinan institusi. Menurut Kapolda, wibawa Polri dibangun sejak dari hal-hal mendasar yang tampak di lapangan.
Menutup arahannya, Kapolda Gorontalo menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah ukuran utama keberhasilan seorang perwira. Optimalisasi layanan pengaduan 110 menjadi instrumen penting yang harus dijawab dengan sikap empati, humanis, dan responsif. Dengan pembinaan langsung dari pimpinan, para perwira muda Pamapta diharapkan tumbuh sebagai aparat penegak hukum yang berintegritas, berjiwa pemimpin, dan benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat Gorontalo. (TBN)












