Ketika Jalan Jadi Simbol Persatuan: TNI dan Warga Tonala Bangun Harapan di Tengah Terik Matahari

Ketika Jalan Jadi Simbol Persatuan: TNI dan Warga Tonala Bangun Harapan di Tengah Terik Matahari (Foto: Penrem)

onetalk.co.id GORONTALO – Di tengah panas menyengat Sabtu siang (11/10/2025), suara cangkul dan dentingan sekop berpadu dengan tawa gotong royong di Desa Tonala, Kabupaten Gorontalo. Bukan sekadar pembangunan fisik, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1315 ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat.

Prajurit TNI bersama warga desa saling bahu-membahu membangun jalan rabat beton sepanjang 1.143 meter, lebar 3 meter, dan tebal 15 sentimeter—proyek yang menjadi urat nadi baru bagi transportasi dan perekonomian warga setempat.

“Cuaca panas tidak kami jadikan alasan untuk berhenti. Kami dan masyarakat sama-sama ingin melihat desa ini lebih maju,” ujar Serka Sucipto, kepala tukang yang memimpin pengerjaan proyek tersebut, sambil menyeka keringat di dahinya.

Bagi masyarakat Tonala, pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi harapan. Selama ini, jalan yang rusak parah sering menjadi kendala utama bagi petani untuk menjual hasil panen mereka. Dengan jalan baru ini, waktu tempuh menuju pasar dapat dipangkas hingga setengahnya.

“Sudah lama kami menantikan perbaikan ini. Terima kasih kepada TNI yang tidak hanya datang membawa alat, tapi juga membawa semangat,” ungkap Udin Polimbato, salah satu tokoh masyarakat.

Lebih dari sekadar beton dan batu, proyek TMMD ini meneguhkan makna kemanunggalan TNI dan rakyat. Setiap adukan semen yang dituang mencerminkan sinergi antara kekuatan militer dan semangat sipil untuk membangun Indonesia dari desa.

Program TMMD ke-126 di Tonala bukan hanya menargetkan penyelesaian jalan rabat beton, tetapi juga menyentuh aspek non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan wawasan kebangsaan. Semua diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“TMMD bukan hanya tentang bangunan fisik, tapi tentang membangun karakter, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air dari akar rumput,” tegas salah satu perwira pengendali kegiatan.

Seiring jalan mulai terbentang, warga Tonala melihat lebih dari sekadar hasil kerja keras mereka — mereka melihat simbol persatuan, bukti bahwa kemajuan bisa dicapai ketika TNI dan rakyat melangkah bersama. ###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *