Kontroversi Rencana Pembangunan Beach Club di Pantai Krakal: Suara Tandingan antara Badko HMI dan Dukungan Lokal

Caption: Salah satu objek wisata di Gunung Kidul (insert: Lilik, tokoh masyarakat di Gunung Kidul

onetalk.co.id, Gunung Kidul – Pernyataan Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jabodetabeka-Banten, M. Adhiya Muzakki, yang meminta pencabutan izin pembangunan Beach Club di Pantai Krakal oleh artis Raffi Ahmad, mendapat tanggapan tajam dari tokoh lokal, Lilik Thohari, Putra Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Menurut Lilik Thohari, kritik dari Badko HMI Jabodetabeka-Banten dianggap sebagai upaya mencari panggung dan kurang mengindahkan aspirasi serta dukungan masyarakat sekitar. Dalam pandangannya, penduduk sekitar Pantai Krakal sepenuhnya mendukung Raffi Ahmad dan PT Agung Rans Bersahaja Indonesia dalam membangun tempat wisata tersebut.

Lilik Thohari menegaskan bahwa kondisi di lokasi tersebut tidak mengalami masalah, dan tudingan Badko HMI Jabodetabeka-Banten dianggap sebagai upaya pencitraan semata. Dia juga menantang Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten untuk bertemu dan berdiskusi langsung mengenai permasalahan yang menjadi inti protes terhadap rencana pembangunan tempat wisata di Pantai Krakal.

Sementara itu, Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 2021-2026, yang disahkan melalui Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2022, secara tegas menetapkan Pantai Krakal sebagai kawasan peruntukan pariwisata. Kawasan tersebut juga diidentifikasi sebagai zona wisata khusus untuk berselancar.

Namun, Badko HMI Jabodetabeka-Banten mempertanyakan klaim bahwa kawasan yang akan dibangun adalah zona perlindungan ekologi. Mereka berpendapat bahwa pandangan ini tidak sesuai dengan aspirasi mayoritas masyarakat Gunung Kidul yang mendukung pembangunan tempat wisata dengan keyakinan bahwa hal tersebut akan meningkatkan perekonomian daerah mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *