GORONTALO – Di tengah teriknya matahari Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru, langkah tegas Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.A.P., M.Sos., menyusuri jalan rabat beton yang tengah dikerjakan bukan hanya sekadar inspeksi proyek. Lebih dari itu, Komandan Kodim (Dandim) 1315/Kabupaten Gorontalo ini datang untuk memastikan bahwa semangat kebersamaan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 benar-benar hidup di hati masyarakat.
Sebagai Dansatgas TMMD ke-126, Letkol Roma tak sekadar melihat hasil fisik berupa jalan, MCK, atau rumah layak huni. Ia melihat lebih jauh: bagaimana gotong royong dan rasa persaudaraan tumbuh di antara prajurit dan warga Tonala.
“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun hati dan kepercayaan rakyat. TMMD adalah ruang bagi TNI untuk hadir, bekerja, dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Dandim dengan nada tegas namun bersahaja.
Kunjungan Dandim kali ini menjadi momen berharga bagi warga. Di sela-sela kesibukan, ia duduk bersama ibu-ibu desa, menanyakan kabar anak-anak mereka, bahkan mendengarkan keluhan soal air bersih dan akses jalan. Warga merasa dihargai bukan hanya sebagai penerima manfaat, tapi sebagai mitra sejajar dalam pembangunan.
“Beliau ramah dan mau mendengar,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Tonala. “Selama TMMD ini berjalan, kami seperti punya keluarga baru dari TNI.”
Program TMMD ke-126 di Desa Tonala memang menjadi contoh nyata bagaimana TNI hadir bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai pengikat solidaritas sosial. Dengan capaian fisik yang terus menunjukkan progres signifikan—mulai dari jalan rabat beton sepanjang 1.143 meter hingga perbaikan RTLH—keberhasilan program ini tak hanya diukur dari hasil material, tetapi dari semangat kebersamaan yang tumbuh di lapangan.
Letkol Roma menutup kunjungannya dengan pesan sederhana namun bermakna,
“Pembangunan yang kita lakukan di sini bukan untuk TNI, tapi untuk rakyat. Karena rakyatlah kekuatan sejati yang menjaga negeri ini tetap kokoh.”
Dari Tonala, pesan kemanunggalan itu menggema—bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, melainkan dari seberapa kuat jembatan hati yang terjalin antara TNI dan rakyat. ###












