Gorontalo Utara – Di tengah kesibukan dan hari libur yang mestinya jadi waktu istirahat, para tenaga medis RSUD dr. Hi Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara justru memilih untuk belajar menyelamatkan nyawa. Bersama ONE EMERGENCY Provinsi Gorontalo, mereka mengikuti pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) selama enam hari penuh, mulai tanggal 25 Januari lalu.
Dibagi dalam tiga hari sesi offline dan tiga hari sesi online, pelatihan ini bukan sekadar rutinitas belajar, tapi langkah strategis menyangkut hidup dan mati—khususnya dalam menangani kegawatdaruratan kardiovaskular yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.
“Kardiovaskular adalah silent killer. Penanganannya harus cepat dan tepat. Inilah kenapa pelatihan ini sangat penting, bahkan meskipun harus dilakukan di hari libur,” tegas dr. Mohammad Ardiansyah, M.K.M., Direktur RSUD ZUS.
Pelatihan ini diikuti oleh dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya. Mereka dibimbing langsung oleh instruktur berlisensi yang mengajarkan prosedur resusitasi jantung modern dan strategi tanggap darurat yang efektif, baik melalui teori maupun simulasi nyata.
Menurut dr. Ardiansyah, keikutsertaan dalam pelatihan ini bukan hanya akan meningkatkan keahlian individu, tetapi juga memperkuat kerja tim medis secara keseluruhan. “Semakin terampil tim kita, semakin besar peluang pasien selamat dalam kondisi kritis. Inilah investasi kami untuk nyawa manusia,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen RSUD ZUS untuk terus mendorong mutu layanan kesehatan yang responsif, profesional, dan manusiawi di Gorontalo Utara.
“Kami ingin masyarakat tahu, bahwa setiap nyawa berharga, dan kami tidak pernah berhenti belajar untuk menjaganya. Ini bagian dari dedikasi kami untuk Gorut yang lebih sehat dan tangguh,” pungkas dr. Ardiansyah dengan penuh semangat. (ca’nang)












