, Gorontalo – Dewan Pimpinan Daerah Pro Jurnalismedia Siber (DPD PJS) Provinsi Gorontalo bersiap menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi dengan berbagai organisasi pers lokal. Agenda utamanya adalah membahas isu-isu krusial terkait pelecehan terhadap profesi jurnalis yang melibatkan tokoh politik setempat.
Ketua PJS Provinsi Gorontalo, Jhojo Rumampuk, menyoroti isu pelecehan yang diduga dilakukan oleh Ketua DPD Partai NasDem Boalemo, serta arogansi seorang kader partai yang bernama Alyun Hippy. Rumampuk mengungkapkan bahwa rapat ini akan dihadiri oleh ratusan jurnalis dari berbagai wilayah.
Rumampuk menilai perilaku oknum politisi tersebut sebagai cerminan kesombongan dari partai yang mereka wakili. Dia juga menyoroti kegagalan dalam kaderisasi yang dilakukan oleh Rachmad Gobel, Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Gorontalo.
Dalam rapat ini, pentingnya solidaritas di antara para jurnalis untuk menghadapi tantangan seperti pelecehan dan ancaman terhadap kebebasan pers akan menjadi fokus utama. Salah satu rekomendasi yang diusulkan adalah pembentukan tim advokasi khusus untuk memberikan dukungan hukum dan psikologis kepada wartawan yang mengalami pelecehan.
Menurut Rumampuk, kasus-kasus pelecehan yang terjadi bukan hanya masalah individu wartawan, tetapi juga masalah sistemik yang memerlukan respons kolektif dan terstruktur. Dia menegaskan pentingnya fungsi kontrol dalam demokrasi yang sehat, sambil tetap menghargai peran dan upaya para kader Partai NasDem.












