Negara Hadir Lindungi Pohuwato: Bupati Pimpin Konsolidasi Besar Penertiban PETI

Negara Hadir Lindungi Pohuwato: Bupati Pimpin Konsolidasi Besar Penertiban PETI (Foto: TBN)

onetalk.co.id Pohuwato – Pemerintah Kabupaten Pohuwato menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan dengan menggelar apel pasukan penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Senin (5/1/2026). Apel tersebut dipimpin langsung Bupati Pohuwato Saiful A. Mbuinga, S.H., sebagai simbol kuat hadirnya negara dalam mengatasi ancaman kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

Apel gelar pasukan ini menjadi momentum konsolidasi seluruh unsur Forkopimda dan stakeholder terkait. Turut hadir Wakil Bupati Pohuwato, Kapolres Pohuwato, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Wakapolres, para pejabat utama Polres Pohuwato, serta instansi teknis lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa penertiban PETI bukan agenda sepihak, melainkan langkah bersama untuk menyelamatkan daerah.

Dalam amanatnya, Bupati Saiful A. Mbuinga menegaskan bahwa penertiban PETI merupakan langkah strategis untuk mencegah kerusakan lingkungan yang berdampak langsung pada keselamatan warga. Aktivitas pertambangan ilegal, menurutnya, telah memicu kerusakan hutan, pencemaran lingkungan, hingga terganggunya keseimbangan ekosistem alam yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Bupati juga menekankan bahwa kebijakan penertiban ini tidak dimaksudkan untuk mematikan mata pencaharian masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, justru berupaya melindungi warga dari risiko keselamatan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup demi masa depan generasi Pohuwato.

Senada dengan itu, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pelaksanaan penertiban akan dilakukan secara humanis, terukur, dan mengedepankan pendekatan persuasif. Kepolisian, kata Kapolres, mengedepankan dialog serta pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi gesekan di lapangan.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah lebih dahulu menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas PETI. Sebagian warga telah mematuhi, meski masih terdapat pihak yang belum mengindahkan peringatan tersebut.

Apel gelar pasukan ini diikuti oleh unsur TNI-Polri, Satpol PP, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya, sebagai penanda dimulainya langkah terpadu dalam menertibkan PETI demi Pohuwato yang aman, lestari, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *