Onetalk,id, Jakarta – Rovan Vanderwais Hulima, pengacara pasangan Bupati Terpilih Gorontalo Utara, Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey, menegaskan bahwa timnya tidak akan mundur selangkah pun dalam mempertahankan kemenangan yang telah diraih. Dalam pernyataan tegas melalui akun Facebook-nya, Senin (20/01/2025), Rovan menekankan bahwa perjuangan ini adalah soal mempertahankan suara rakyat, bukan sekadar kemenangan politik.
“Kami tahu mereka yang kalah memiliki ambisi besar untuk menang. Tapi kami yang sudah menang, akan berjuang lebih keras lagi untuk mempertahankan hak rakyat Gorontalo Utara,” tegasnya.
Rovan juga dengan lantang menolak tuduhan miring yang dilontarkan terhadap kliennya, terutama soal fitnah mengenai ijazah. “Tuduhan itu tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga upaya murahan untuk mengalihkan perhatian dari fakta bahwa rakyat sudah menentukan pilihan mereka,” ujar Rovan dengan penuh keyakinan.
Lebih dari sekadar mempertahankan hasil pemilu, Rovan menegaskan bahwa timnya berdiri untuk melindungi integritas suara rakyat. “Ini bukan tentang kami atau mereka, ini tentang kehormatan suara rakyat yang harus dihormati dan dijaga dari segala bentuk kecurangan dan fitnah,” tambahnya.
Dengan tajam, Rovan juga mengingatkan bahwa tujuan bersama adalah memajukan Gorontalo Utara. “Kami semua mencintai daerah ini, tapi cinta sejati adalah dengan berdiri teguh melindungi kehendak rakyat. Kami tidak akan gentar atau mundur,” tutupnya.
Dalam situasi yang memanas dengan gugatan di Mahkamah Konstitusi, Roni Imran dan Ramdhan Mapaliey, melalui tim hukumnya, menunjukkan keteguhan hati dan komitmen penuh untuk menjaga kemenangan yang diperoleh dengan dukungan rakyat. (***)
Unggahan FB ‘Rovan Vandewais Hulima’
Anda kalah saja memiliki ambisi untuk menang. Apalagi kami yang menang.
Prinsipnya kami hanya mempertahankan hak dan suara Rakyat Gorontalo Utara. Dan kami tak berniat merugikan siapapun apalagi sampai memfitnah orang tak memiliki ijazah.
Kita semua punya tujuan yang sama. Sama-sama peduli dan cinta terhadap daerah Gorontalo Utara.













