Gorontalo Utara — Upaya pemerataan layanan kesehatan terus digelorakan oleh pemerintah. Salah satu wujud nyatanya tampak dari kegiatan Visitasi Pengampuan Layanan Uronefrologi oleh Kementerian Kesehatan RI bersama Tim Pengampu Layanan Prioritas Uronefrologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung yang berlangsung di RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS), Jumat (10/10/2025).
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan pelayanan spesialistik kepada masyarakat, khususnya bagi pasien dengan penyakit ginjal dan saluran kemih. Dengan penguatan layanan uronefrologi di daerah, warga Gorontalo Utara kini tidak lagi harus dirujuk ke luar provinsi untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih kompleks.
Tim pengampu yang hadir terdiri dari para pakar di bidangnya, antara lain Dr. dr. Tjahjodjati, Sp. B. Sp. U (K), Dr. dr. Sawkar Vijay Pramod, Sp. U (K), FACS, Dr. dr. Afiatin, Sp. PD-KGH, dr. Ade Indra Ferrina, Wulan Sari Rachmawati, AMK, Ibnu Fajar, SH, dan Arie Restiati, M.Si.
Kementerian Kesehatan RI turut mengutus dr. Rachmat Kamaluddin, MARS, yang menekankan pentingnya pengampuan layanan prioritas sebagai bagian dari transformasi sistem rujukan nasional.
Direktur RSUD dr. Zainal Umar Sidiki, dr. Ardiansyah, M.K.M., menyambut baik langkah tersebut.
“Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit daerah. Dengan dukungan dari Kemenkes dan RSUP Dr. Hasan Sadikin, kami yakin RSUD ZUS dapat menjadi rumah sakit rujukan utama untuk pelayanan uronefrologi di wilayah utara Gorontalo,” ujarnya.
Kegiatan visitasi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, didampingi Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan, serta beberapa pejabat daerah lainnya. Kehadiran mereka menandakan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap peningkatan layanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Langkah ini tak hanya meningkatkan kemampuan rumah sakit dari sisi fasilitas dan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pasien, terutama mereka yang selama ini harus menempuh jarak ratusan kilometer untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Selain transfer ilmu dan supervisi teknis, program pengampuan juga membuka peluang kerja sama dalam bentuk pelatihan, riset, serta peningkatan sistem informasi kesehatan. Dalam jangka panjang, RSUD ZUS diharapkan mampu menjadi pusat layanan uronefrologi regional yang mandiri, efisien, dan terjangkau.
Transformasi ini menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan bukan hanya janji, melainkan komitmen konkret pemerintah untuk memastikan setiap warga — termasuk di pelosok Gorontalo Utara — memiliki akses setara terhadap layanan kesehatan berkualitas. (CN)












