Perkuat Kendali Informasi Nasional, Divisi Humas Polri Tekankan Strategi Terpadu Hadapi Disinformasi Digital

Perkuat Kendali Informasi Nasional, Divisi Humas Polri Tekankan Strategi Terpadu Hadapi Disinformasi Digital (Foto: TBN)

onetalk.co.id Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya dinamika opini publik di media sosial, Divisi Humas Polri menggelar rapat koordinasi nasional secara daring, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Johnny Eddizon Isir selaku Kepala Divisi Humas Polri dan diikuti jajaran pejabat utama Divisi Humas, Kasubbid Multimedia, serta para influencer Humas Polda dari seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa institusi Polri tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola komunikasi konvensional. Lanskap digital yang bergerak cepat, menurutnya, menuntut kesiapsiagaan penuh dalam merespons isu, opini, hingga potensi disinformasi yang berkembang di ruang publik.

“Perang narasi di ruang digital harus dihadapi dengan respons yang cepat, tepat, dan terukur,” tegasnya dalam forum tersebut.

Respons Cepat dan Berbasis Data

Kadiv Humas Polri menekankan pentingnya analisa mendalam terhadap setiap konten yang beredar, baik yang bersifat informatif, kritis, maupun provokatif. Setiap jajaran Humas Polda diinstruksikan untuk tidak reaktif secara emosional, melainkan mengedepankan pendekatan berbasis data dan fakta.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan setiap klarifikasi atau pernyataan resmi Polri mampu menjawab keresahan publik sekaligus meredam potensi kesalahpahaman yang meluas.

Di era algoritma media sosial yang kerap mempercepat viralitas informasi negatif, strategi komunikasi yang solid dan terkoordinasi menjadi kunci menjaga stabilitas persepsi publik terhadap institusi penegak hukum.

Kolaborasi dengan Influencer

Dalam pertemuan tersebut, peran influencer Humas Polda turut mendapat sorotan. Kadiv Humas mengajak para kreator konten dan pegiat media sosial yang bermitra dengan Polri untuk terus memperkuat sinergi, terutama dalam menyebarluaskan konten-konten positif.

Dukungan melalui like, komentar, dan share, menurutnya, bukan sekadar aktivitas digital biasa, melainkan bagian dari ekosistem komunikasi strategis. Selain itu, influencer juga diharapkan aktif membantu melakukan klarifikasi terhadap informasi yang menyesatkan, dengan tetap mengedepankan etika dan akurasi.

Menjaga Kepercayaan Publik

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam memperkuat manajemen komunikasi publik di tengah tantangan era digital. Kepercayaan publik, yang dibangun melalui transparansi dan konsistensi informasi, disebut sebagai modal utama institusi.

Dengan konsolidasi nasional ini, Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan komunikasi yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap setiap dinamika yang berkembang di masyarakat.

Di tengah kompetisi narasi yang semakin kompleks, Polri menempatkan ruang digital bukan sekadar arena informasi, tetapi juga medan strategis dalam menjaga stabilitas, membangun citra, dan merawat kepercayaan publik.

Jakarta – Menghadapi meningkatnya arus informasi dan polarisasi opini di media sosial, Divisi Humas Polri menggelar rapat koordinasi nasional secara virtual, Rabu (18/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, serta diikuti pejabat utama Divisi Humas, Kasubbid Multimedia, dan influencer Humas Polda dari seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Kadiv Humas Polri menegaskan bahwa tantangan komunikasi publik saat ini tidak lagi bersifat lokal, melainkan terhubung dalam ekosistem digital nasional yang bergerak cepat dan tanpa batas. Setiap isu, sekecil apa pun, berpotensi menjadi viral dan membentuk persepsi publik dalam hitungan menit.

Strategi Terukur dan Terintegrasi

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menekankan pentingnya respons yang cepat namun tetap berbasis data. Ia mengingatkan jajaran Humas agar tidak sekadar bereaksi terhadap isu yang berkembang, tetapi melakukan analisis komprehensif sebelum menyampaikan klarifikasi.

Menurutnya, pendekatan komunikasi yang terukur dan terintegrasi antar-Polda menjadi kunci agar pesan institusi tetap konsisten dan tidak menimbulkan interpretasi berbeda di ruang publik.

“Setiap konten yang beredar harus dianalisis dan dievaluasi secara objektif, sehingga langkah komunikasi yang diambil benar-benar efektif dan sesuai fakta,” tegasnya.

Peran Strategis Influencer

Rapat tersebut juga menyoroti peran influencer sebagai mitra strategis dalam membangun narasi positif. Kadiv Humas mengajak para influencer untuk aktif mendukung penyebaran informasi resmi Polri melalui interaksi digital seperti like, komentar, dan share.

Tak hanya itu, mereka juga didorong untuk berkontribusi dalam meluruskan informasi yang keliru atau menyesatkan, dengan tetap mengedepankan etika komunikasi serta profesionalisme.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi komunikasi Polri yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat digital.

Menjaga Kredibilitas Institusi

Di tengah derasnya arus disinformasi dan hoaks, penguatan koordinasi internal dan kolaborasi eksternal menjadi strategi utama dalam menjaga kredibilitas Polri. Konsolidasi nasional ini diharapkan mampu memperkuat soliditas jajaran Humas di seluruh Indonesia dalam menghadapi dinamika opini publik.

Melalui pendekatan yang responsif, transparan, dan berbasis fakta, Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan ruang digital tetap menjadi wadah informasi yang sehat dan konstruktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *