Gorontalo Utara – Para petani jagung di Gorontalo Utara masih mengalami kesulitan akibat permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak. Meskipun pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp5.500 per kilogram, harga di tingkat petani masih jauh di bawah standar yang ditetapkan.
Aktivis sekaligus pemerhati kehidupan petani jagung di Gorontalo Utara, Ismail Musada, pada Jumat (14/02/2024), menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto agar turun tangan dalam memberantas mafia jagung yang diduga memainkan harga di tingkat petani.
Menurut Ismail, keputusan resmi terkait HPP jagung telah diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 18 Tahun 2025 dan mulai berlaku sejak awal Februari 2025. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi kendala di lapangan, terutama akibat ulah tengkulak yang mengendalikan harga.
“Petani di Gorontalo Utara sangat berharap pemerintah, khususnya pemerintah daerah, segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi permasalahan ini. Jangan sampai kebijakan pusat hanya sebatas aturan di atas kertas tanpa pengawasan ketat di tingkat bawah,” tegas Ismail.
Ia menambahkan bahwa jika kondisi ini dibiarkan, para petani akan terus merugi dan kesejahteraan mereka semakin terpuruk. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah melakukan pengawasan lebih ketat dan memastikan kebijakan HPP benar-benar dijalankan hingga ke pelosok daerah.
Para petani berharap ada langkah tegas dari pemerintah dalam mengontrol harga jagung di pasaran agar mereka dapat menikmati hasil panen yang sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Jika praktik permainan harga ini terus berlanjut, maka kesejahteraan petani akan semakin sulit dicapai. (***)












