Gorontalo Utara – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS) pada Rabu (22/01/2025), ketika bagian plafon di ruang laboratorium runtuh secara tiba-tiba. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan peralatan medis dalam kejadian ini. Namun, insiden ini membuka mata manajemen rumah sakit akan pentingnya manajemen risiko bangunan dalam fasilitas pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD ZUS, dr. Mohammad Ardiansyah, langsung merespons cepat dengan menginstruksikan perbaikan segera atas kerusakan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah preventif juga akan dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pasien serta tenaga kesehatan.
“Insya Allah, kami akan segera melakukan tindak lanjut. Selain memperbaiki plafon yang ambruk, kami juga akan mengevaluasi seluruh bangunan lama yang masih aktif digunakan,” ujar dr. Ardiansyah.
Bangunan laboratorium yang terdampak diketahui merupakan bagian dari struktur lama rumah sakit yang dibangun pada tahap awal pendirian RSUD ZUS. Meskipun kerusakan bersifat lokal dan tidak berdampak pada alat-alat laboratorium, manajemen rumah sakit menilai bahwa insiden ini merupakan alarm penting untuk peningkatan standar keselamatan infrastruktur.
Sebagai bagian dari respon sistemik, evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik seluruh bangunan lama akan segera dilakukan. Evaluasi ini mencakup uji struktur, pemeliharaan berkala, dan identifikasi titik-titik rawan lainnya.
“Kami tidak ingin menunggu hingga insiden yang lebih besar terjadi. Evaluasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk menyediakan layanan kesehatan yang aman dan humanis,” tambah Ardiansyah.
Pihak RSUD ZUS juga memastikan bahwa operasional rumah sakit tetap berjalan normal. Area laboratorium yang terdampak sedang dalam tahap perbaikan, dan diharapkan bisa difungsikan kembali dalam waktu dekat.
Dengan penanganan yang cepat dan langkah korektif yang terukur, pihak rumah sakit berharap kepercayaan publik tetap terjaga. Manajemen RSUD ZUS juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya bahwa keselamatan pasien dan pengunjung menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pelayanan. (Ca’Nang)












