Gorontalo Utara – Dalam langkah terobosan yang visioner, RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) mengambil inisiatif strategis dengan merekrut dokter spesialis Non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN), demi menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks di daerah. Kebijakan ini tidak hanya menandai lompatan administratif, tetapi juga mencerminkan keberanian institusi daerah untuk keluar dari pola lama demi kepentingan masyarakat.
Direktur RSUD ZUS, dr. Mohammad Ardiansyah, mengungkapkan bahwa rekrutmen ini dilandasi oleh kajian menyeluruh serta koordinasi lintas sektor, termasuk konsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Kesehatan, dan referensi kebijakan dari Kabupaten Kulon Progo yang telah mendapatkan restu dari Kementerian PAN-RB.
“Ini bukan sekadar penambahan personel, melainkan pembenahan sistem layanan yang berpihak pada kualitas. Kami ingin masyarakat Gorontalo Utara merasakan standar pelayanan kesehatan yang setara dengan daerah maju,” ujar dr. Ardiansyah, Selasa (18/03/2025).
Saat ini, RSUD ZUS telah diperkuat oleh 15 dokter spesialis di berbagai bidang penting seperti penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, anak, serta bedah. Inovasi rekrutmen ini juga membuka jalan bagi pengembangan layanan baru, termasuk kehadiran spesialis THT, jantung, dan patologi anatomi.
Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata untuk mengatasi keterbatasan tenaga spesialis di daerah dan memperkuat sistem layanan kesehatan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan memperluas spektrum layanan medis, RSUD ZUS berharap mampu menjadi rumah sakit rujukan utama, tak hanya bagi Gorontalo Utara, tetapi juga bagi wilayah sekitarnya.
“Ini awal dari reformasi layanan kesehatan berbasis kebutuhan lokal, dengan SDM yang kompeten dan fleksibel,” tegas dr. Ardiansyah. (Ca’Nang)











