RSUD ZUS Hadirkan Layanan Cuci Darah di Gorut: Ikhtiar Menyelamatkan Hidup, Menghapus Jarak

RSUD ZUS Hadirkan Layanan Cuci Darah di Gorut: Ikhtiar Menyelamatkan Hidup, Menghapus Jarak (Foto: Istimewa)

onetalk.co.id Gorontalo Utara, 1 Juli 2025 — Dalam langkah nyata menuju pelayanan kesehatan yang lebih berkeadilan dan inklusif, RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara memulai pembangunan ruang Hemodialisa (HD) sebagai solusi jangka panjang bagi penderita gagal ginjal kronis di daerah tersebut.

Pembangunan ini bukan sekadar pengadaan fasilitas baru, melainkan representasi komitmen RSUD ZUS dalam menghadirkan pelayanan yang setara bagi masyarakat pedesaan dan pesisir yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan ekonomi untuk mendapatkan terapi cuci darah.

Prosesi peletakan batu pertama akan dilakukan langsung oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, sebagai bentuk simbolis atas dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap penguatan layanan rumah sakit daerah sebagai garda terdepan kesehatan publik.

Selama ini, pasien gagal ginjal di Gorontalo Utara harus menempuh jarak jauh menuju rumah sakit di luar daerah seperti Gorontalo Kota atau Manado demi mendapatkan layanan Hemodialisa. Kondisi ini tentu menambah beban psikologis, finansial, bahkan risiko kesehatan bagi pasien yang harus menjalani terapi rutin dua hingga tiga kali sepekan.

Direktur RSUD ZUS, dr. Mohamad Ardiansyah, M.K.M., menjelaskan bahwa layanan ini akan menjadi titik balik penting dalam sejarah pelayanan kesehatan di Gorut. “Dengan adanya HD di sini, kita menghapus hambatan jarak dan biaya yang selama ini membelenggu pasien. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi soal keberpihakan pada masyarakat kecil,” tegasnya.

Menariknya, pendekatan RSUD ZUS dalam pengadaan layanan ini tak semata pada aspek fisik. Tiga perawat dan satu dokter spesialis telah dikirim untuk mengikuti pelatihan intensif Hemodialisa di RS Hasan Sadikin Bandung melalui program resmi Kementerian Kesehatan RI.

Langkah ini menunjukkan bahwa rumah sakit milik Pemda Gorut ini tak ingin sekadar membangun fasilitas, tetapi memastikan layanan benar-benar aman dan berstandar nasional. Ke depan, seluruh tenaga medis Hemodialisa di RSUD ZUS akan bersertifikasi dan siap menangani pasien dengan penuh profesionalisme.

Dengan proses pembangunan yang ditarget rampung dalam beberapa bulan, RSUD ZUS optimistis ruang Hemodialisa akan resmi melayani masyarakat sebelum tahun 2025 berakhir. Keberadaan layanan ini diharapkan tak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.

Pemerintah Daerah Gorontalo Utara juga menyambut baik langkah strategis ini, karena turut mendorong pencapaian visi daerah dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata dan berbasis kebutuhan warga.

Gagal ginjal kronis kini masuk dalam jajaran penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun. Sayangnya, kebutuhan layanan cuci darah masih minim di daerah-daerah pinggiran seperti Gorontalo Utara.

Dalam banyak kasus, pasien yang tidak bisa melakukan perjalanan jauh untuk terapi akhirnya memilih menghentikan pengobatan, yang berujung pada penurunan kualitas hidup hingga kematian dini.

Karena itu, hadirnya layanan HD di RSUD ZUS bukan hanya prestasi kelembagaan, tetapi juga langkah penyelamatan yang sangat nyata. Ini adalah bukti bahwa kesehatan bukan hak istimewa yang hanya bisa diakses di kota besar, melainkan hak dasar setiap warga—tanpa kecuali. (Ca’Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *