Gorontalo Utara – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainal Umar Sidiki kembali menegaskan komitmennya dalam perang melawan Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) melalui pelaksanaan audit klinis layanan TB-RO pada Selasa, 18 Maret 2025. Tak sekadar evaluasi teknis, kegiatan ini mengungkap perhatian serius RSUD terhadap aspek edukasi keluarga pasien sebagai kunci keberhasilan penanganan penyakit menular ini.
Audit klinis yang digelar setiap enam bulan ini dihadiri oleh Tim Penanggulangan TBC RSUD, Dinas Kesehatan Provinsi, serta perwakilan Kementerian Kesehatan dan Tim Ahli Klinis TBC yang turut hadir secara daring. Fokus utama evaluasi kali ini adalah efektivitas layanan, tantangan di lapangan, dan strategi konkret untuk meningkatkan mutu pelayanan bagi pasien TB-RO.
Dalam paparannya, RSUD ZUS menyoroti berbagai kemajuan yang telah dicapai, termasuk penyediaan ruang isolasi khusus bagi pasien rawat inap TB-RO sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali. Namun, rumah sakit juga secara terbuka menyampaikan tantangan yang dihadapi, terutama terkait rendahnya tingkat penerimaan Obat Pencegahan Tuberkulosis (TPT) oleh keluarga pasien.
“Penolakan TPT oleh anggota keluarga pasien yang tinggal serumah menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal edukasi dan pemahaman masyarakat,” ungkap tim RSUD dalam sesi diskusi.
Menanggapi hal tersebut, RSUD ZUS merancang langkah terobosan dengan memperkuat pendekatan edukatif. Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit akan menjalin sinergi lebih erat dengan petugas TBC di puskesmas untuk melakukan edukasi intensif kepada masyarakat, khususnya keluarga pasien. Strategi ini akan mengandalkan komunikasi yang persuasif dan berbasis bukti medis untuk membangun kesadaran kolektif.
Audit klinis ini menjadi bukti bahwa RSUD dr. Zainal Umar Sidiki tidak hanya bergerak dalam kerangka kuratif, tetapi juga menyasar ranah preventif melalui pendekatan holistik yang menyentuh aspek sosial dan perilaku masyarakat.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat inovasi, RSUD ZUS bertekad menjadikan Gorontalo Utara sebagai wilayah yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan TBC, sekaligus menunjukkan bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga dari kepedulian terhadap edukasi publik. (Ca’Nang)












