Gorontalo – Suasana religius menyelimuti Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Kamis (19/02/26). Di tengah heningnya malam Ramadan, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menyatukan hati dalam satu niat: mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempererat ukhuwah islamiyah.
Jajaran Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Gorontalo bersama masyarakat melaksanakan giat tadarus Al-Qur’an usai salat tarawih. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan wujud nyata kehadiran Polri yang humanis dan bersahabat di tengah masyarakat.
Direktur Polairud Polda Gorontalo, Devy Firmansyah, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum spiritual yang harus dimaknai secara mendalam oleh seluruh personel.
“Kegiatan tadarus ini menjadi momentum mempererat silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan. Tidak hanya dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” ujar KBP Devy.
Ayat demi ayat dibaca dengan tartil dan penuh kekhusyukan. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Semua duduk bersisian, larut dalam kalam Ilahi. Di sinilah nilai kebersamaan dan kesederhanaan terpancar—bahwa di hadapan Allah SWT, semua hamba adalah sama.
Pendekatan Spiritual dan Humanis
Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan pembinaan jiwa. Melalui tadarus bersama ini, Polairud Polda Gorontalo menunjukkan bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat berjalan seiring dengan pembinaan rohani.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung sepanjang bulan suci ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Warga menyambut hangat inisiatif tersebut karena dinilai mampu membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pembagian jadwal tadarus diatur oleh PS. Kaur Mintu Subbag Renmin, Iptu Didik Gunawan Radju. Setiap Subdit dan bagian di jajaran Polairud Gorontalo mendapat giliran untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan berkelanjutan.
Iptu Didik menegaskan pentingnya pelayanan maksimal dalam mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari kesiapan tempat, konsumsi, hingga transportasi bagi masyarakat yang hendak menuju Mako Ditpolairud. Hal ini menjadi bukti bahwa pelayanan Polri tak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam ruang-ruang ibadah dan sosial.
Polri sebagai Sahabat Umat
KBP Devy Firmansyah kembali menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan semata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra masyarakat.
Ramadan menjadi cermin bahwa keamanan bukan hanya dibangun melalui patroli dan pengamanan, tetapi juga melalui sentuhan hati, pendekatan spiritual, dan kebersamaan dalam ibadah.
Dengan terselenggaranya tadarus bersama ini, Ditpolairud Polda Gorontalo berharap bulan suci menjadi ladang memperbanyak amal, meningkatkan kualitas diri, serta memperkokoh komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik secara profesional, humanis, dan berintegritas.
Di bawah cahaya Ramadan, Polairud tak hanya menjaga perairan dan udara Gorontalo—tetapi juga ikut menjaga cahaya iman yang menyala di hati masyarakat.












