GORONTALO — Malam di Desa Tonala kini tak lagi sunyi. Setelah seharian warga dan prajurit TNI berjibaku membangun infrastruktur dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, suasana berubah menjadi akrab dan penuh tawa. Di tengah hamparan tanah yang baru diratakan dan bangunan yang masih separuh jadi, sebuah layar putih berdiri sederhana di Posko TMMD — menjadi saksi kebersamaan yang hangat.
Bukan rapat atau apel malam yang mengisi waktu istirahat mereka, melainkan nonton bareng (nobar). Di bawah sinar lampu seadanya, puluhan warga duduk berdampingan dengan prajurit TNI. Anak-anak tertawa lepas, orang tua bersandar santai, dan prajurit menikmati camilan buatan warga. Sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi sarat makna.
“Inilah cara kami mempererat hubungan dengan masyarakat. TMMD bukan hanya soal membangun jalan dan rumah, tetapi juga membangun hati,” ujar Pasiter Kodim 1315/KG Lettu Kav Rahman Haryono yang terlihat ikut larut dalam suasana kebersamaan itu.
Film-film inspiratif dan edukatif yang diputar malam itu menjadi jembatan penghubung antara dua dunia — dunia militer dan masyarakat desa. Dari sinilah lahir rasa saling percaya dan kebersamaan yang menjadi fondasi utama suksesnya program TMMD.
Kepala Desa Tonala, Sumarno Antule, mengungkapkan kebahagiaannya. “Sejak ada TMMD, desa kami jadi hidup. Siang kami gotong royong membangun, malamnya kami tertawa bersama. TNI bukan lagi tamu, tapi keluarga,” ujarnya haru.
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan “Satu Layar, Satu Hati” ini menjadi simbol nyata Manunggal TNI-Rakyat. Kekuatan yang lahir dari kebersamaan, bukan perintah; dari keakraban, bukan jarak.
Dari Tonala, pesan sederhana tapi mendalam mengalun: pembangunan sejati tidak hanya menguatkan tembok dan jalan, tapi juga mengikat hati dan jiwa warganya. Dan malam itu, di bawah cahaya proyektor, Manunggal TNI-Rakyat bukan sekadar slogan — ia hidup, bernafas, dan tertawa bersama masyarakat.###












