GORONTALO — Dalam atmosfer semangat Bhayangkara ke-79, Provinsi Gorontalo kembali menjadi saksi dari eratnya sinergi antarinstansi. Kali ini, bukan dalam forum resmi atau operasi gabungan, tetapi di lapangan tenis — tempat sportivitas, persaudaraan, dan semangat kompetisi bertemu.
Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, menunjukkan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Turnamen Tenis Kapolda Cup III, yang digelar di Lapangan Tenis Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Jumat (27/6/2025). Acara ini dibuka secara resmi oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. R. Eko Wahyu Prasetyo, S.H., dan turut dihadiri Gubernur Gorontalo Dr. Ir. Gusnar Ismail, M.M., serta jajaran Forkopimda Provinsi Gorontalo.
Tak sekadar ajang pertandingan, turnamen ini menjadi panggung pertemuan strategis antar tokoh sentral daerah—TNI, Polri, dan pemerintah daerah—yang secara kolektif menampilkan kekuatan kolaborasi dalam bentuk yang lebih humanis dan membumi.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Hardo Sihotang menegaskan pentingnya kegiatan olahraga seperti ini, tidak hanya sebagai sarana pengembangan bakat, tetapi juga sebagai media membangun silaturahmi dan harmoni di tengah dinamika sosial masyarakat.
“Turnamen ini adalah ajang yang sangat baik untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan kita, baik antaranggota TNI-Polri maupun dengan masyarakat Gorontalo,” ujarnya. “Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mencari bibit-bibit unggul petenis di Provinsi Gorontalo.”
Lebih dari Sekadar Laga, Sebuah Simbol Kolaborasi
Turnamen Kapolda Cup III ini menampilkan atlet-atlet tenis dari berbagai instansi dan komunitas, membawa suasana kompetitif yang sehat sekaligus akrab. Lebih dari sekadar adu kemampuan fisik, ajang ini memperlihatkan bagaimana olahraga bisa menjadi bahasa bersama dalam membangun hubungan lintas sektor—terutama antara TNI dan Polri yang kerap berada di garda terdepan keamanan dan pelayanan masyarakat.
Tak hanya tenis, rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-79 juga mencakup cabang olahraga lainnya seperti bulutangkis dan bola voli, sebagai upaya menyatukan energi generasi muda ke dalam aktivitas positif, serta menjauhkan mereka dari perilaku negatif atau destruktif.
Gubernur Gorontalo: Sportivitas adalah Pilar Stabilitas Sosial
Gubernur Gorontalo dalam sambutannya juga menegaskan bahwa turnamen seperti ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana menciptakan ruang sinergi yang memberi dampak sosial luas.
“Kegiatan ini mencerminkan harmoni dalam keberagaman tugas. Baik TNI, Polri, maupun masyarakat sipil memiliki peran dalam menjaga kestabilan dan kemajuan daerah,” ujar Gubernur Gusnar Ismail.
Olahraga sebagai Medium Diplomasi Sosial
Turnamen Tenis Kapolda Cup III bukan sekadar perayaan hari besar institusi, tapi juga wujud nyata dari diplomasi sosial berbasis olahraga. Di tengah kebutuhan akan kerja sama lintas sektor untuk menjaga ketertiban dan membangun sumber daya manusia yang unggul, turnamen ini menjadi simbol kekuatan kolaborasi.
Melalui raket dan bola, para peserta bertukar semangat, saling menghargai, dan memupuk harapan bahwa di tengah perbedaan fungsi dan kewenangan, ada satu titik temu yang bisa memperkuat semua lini: sportivitas. (***)e













