TNI AD Tegaskan Aksi Nyata: Groundbreaking Jembatan Garuda Putus Keterisolasian Desa di Gorontalo

TNI AD Tegaskan Aksi Nyata: Groundbreaking Jembatan Garuda Putus Keterisolasian Desa di Gorontalo (Foto: Penrem)

onetalk.co.id GORONTALO – Komitmen negara dalam menghadirkan pembangunan hingga ke pelosok kembali ditegaskan melalui langkah konkret TNI Angkatan Darat. Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, secara langsung menghadiri sekaligus memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan Jembatan Beton di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Jumat (27/03/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi tegas Program Prioritas Presiden Republik Indonesia yang diamanatkan kepada TNI AD untuk mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah yang selama ini terisolasi.

Instruksi Presiden, TNI AD Bergerak Tanpa Kompromi

Dalam arahannya, Danrem 133/Nani Wartabone menegaskan bahwa pembangunan dua jembatan tersebut merupakan perintah langsung dari komando atas sebagai bagian dari strategi nasional dalam membuka akses wilayah.

“Ini bukan proyek biasa. Ini adalah instruksi langsung sebagai tindak lanjut Program Presiden RI. TNI AD hadir untuk memastikan pembangunan tidak berhenti di kota, tetapi benar-benar menjangkau desa-desa di wilayah Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo,” tegas Brigjen TNI Hardo Sihotang.

Ia menekankan bahwa keberadaan infrastruktur ini akan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus memutus hambatan mobilitas yang selama ini membelenggu potensi desa.

Putus Rantai Keterisolasian, Buka Akses Ekonomi

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan Jembatan Beton diyakini akan membawa dampak signifikan, di antaranya:

  • Memperlancar akses transportasi antar desa
  • Mendorong distribusi hasil pertanian dan perdagangan
  • Mempercepat pelayanan pendidikan dan kesehatan
  • Mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah

Dengan kata lain, proyek ini menjadi jawaban konkret atas kebutuhan dasar masyarakat akan konektivitas.

Kodim 1315/KG Siap Kawal Hingga Tuntas

Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Inf. Julius Jongen Matakena, menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam mengawal proyek ini hingga selesai tanpa kompromi terhadap kualitas.

“Ini adalah amanah Presiden yang dipercayakan kepada TNI AD. Kami pastikan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan masyarakat sebagai bagian dari semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama keberhasilan pembangunan di lapangan.

Sinergi Pemerintah dan Aparat, Kunci Percepatan

Groundbreaking ini turut dihadiri unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan daerah, di antaranya:

  • Kasrem 133/NW Kolonel Inf. Parsaoran Sirait
  • Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi
  • Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Y. Usira
  • Wakapolres Gorontalo Kompol Wanda Dhira Bernard
  • Unsur Kejaksaan, OPD, aparat kecamatan, hingga masyarakat Desa Ulapato B

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Negara Hadir, Desa Bergerak

Groundbreaking Jembatan Garuda dan Jembatan Beton menjadi simbol bahwa negara tidak absen di wilayah pinggiran. Melalui TNI AD, pembangunan kini bergerak lebih cepat, lebih terarah, dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Dengan dimulainya proyek ini, harapan besar pun tumbuh:
desa tidak lagi terisolasi, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *