GORONTALO — Bukan sekadar bicara soal pertahanan, TNI kini tampil dengan wajah yang lebih humanis dan progresif. Melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Kreatif Tahun Anggaran 2025, Korem 133/Nani Wartabone (NW) memperlihatkan peran nyata TNI dalam memperkuat kemandirian bangsa lewat pendekatan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lembah Baliem Yonif 713/ST, Desa Tinelo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Kamis (13/11/2025), menjadi ajang interaksi inspiratif antara prajurit TNI, pelaku UMKM, mahasiswa, serta tokoh masyarakat. Dengan mengusung tema “Peran Komunikasi Sosial Kreatif yang Inovatif dalam Memperkuat Kemandirian dan Karakter Bangsa Guna Mendukung Program Pemerintah RI di Daerah”, acara ini menghadirkan semangat kolaboratif yang kuat antara militer dan rakyat.
Dalam sambutan tertulis Danrem 133/NW Brigjen TNI Hardo Sihotang yang dibacakan oleh Pasiter Korem 133/NW Mayor Inf Reinhard J. Lahia, ditegaskan bahwa Komsos Kreatif merupakan wadah strategis untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pendekatan yang lebih segar dan adaptif terhadap zaman.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir ide dan karya yang memperkuat karakter bangsa serta mendorong kemandirian masyarakat, khususnya di Gorontalo,” ujar Brigjen Hardo.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menekankan pada penguatan karakter dan nasionalisme di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi. TNI ingin agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak hanya tangguh secara mental, tetapi juga produktif dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman.
Salah satu sesi yang paling menarik datang dari Kapten Inf Kuslan Hilumalo, Danramil 1304-01/Kota Utara, yang membawakan materi bertajuk “Peran TNI AD Bersama Komponen Masyarakat dalam Mewujudkan UMKM yang Kreatif dan Inovatif di Daerah.”
Ia menegaskan, TNI AD kini memiliki peran lebih luas dari sekadar penjaga kedaulatan. Melalui Pembinaan Teritorial (Binter), TNI hadir sebagai pendamping dan penggerak pembangunan masyarakat—terutama sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Dalam paparannya, Kapten Kuslan menggarisbawahi tiga kunci penting sinergi TNI dan masyarakat:
Pemanfaatan Potensi Lokal – Babinsa dan Koramil menjadi penghubung antara potensi desa dengan peluang pasar.
Pendampingan dan Edukasi – Prajurit membantu masyarakat memahami pentingnya legalitas usaha, digitalisasi pemasaran, dan inovasi produk.
Jalur Komunikasi dan Akses Modal – TNI menjembatani pelaku UMKM dengan dinas terkait, perbankan, serta lembaga pelatihan.
Antusiasme peserta—mulai dari pelaku UMKM, mahasiswa, hingga tokoh pemuda—menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif TNI diterima positif oleh masyarakat. Sesi interaktif yang diwarnai diskusi ide dan pengalaman nyata menjadikan kegiatan ini lebih hidup dan berdaya guna.
Kegiatan Komsos Kreatif Korem 133/NW bukan hanya bentuk komunikasi sosial, tetapi manifestasi transformasi peran TNI sebagai katalis perubahan sosial dan ekonomi. Melalui semangat kebersamaan, kemandirian, dan inovasi, TNI membuktikan bahwa menjaga bangsa tidak hanya dilakukan dengan senjata, tetapi juga dengan membangun karakter dan kesejahteraan rakyat. ###












