GORONTALO UTARA – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempercepat pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, di wilayah Kodim 1314/Gorontalo Utara, Selasa (14/4/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung sejumlah proyek strategis yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap konektivitas wilayah serta penguatan ekonomi masyarakat desa.
Fokus Infrastruktur: Pembukaan Akses Wilayah
Peninjauan diawali di lokasi pembangunan Jembatan Garuda Nusantara di Desa Bulontio Timur. Infrastruktur ini menjadi salah satu proyek vital yang diharapkan mampu mengatasi keterisolasian wilayah sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat.
Danrem menekankan pentingnya menjaga kualitas konstruksi dan ketepatan waktu pengerjaan, mengingat jembatan tersebut akan menjadi jalur utama mobilitas warga, terutama menjelang musim penghujan yang rawan menghambat akses transportasi.
Penguatan Ekonomi Desa Melalui Koperasi
Selain infrastruktur fisik, perhatian juga diarahkan pada pembangunan Koperasi Merah Putih yang berada di dua titik, yakni Desa Tudi (Kecamatan Monano) dan Desa Langge (Kecamatan Anggrek).
Koperasi ini merupakan bagian dari inisiatif TNI dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Kehadiran koperasi diharapkan mampu:
- Menstabilkan harga kebutuhan pokok
- Memperpendek rantai distribusi
- Meningkatkan daya beli masyarakat desa
TNI Hadir sebagai Solusi Rakyat
Dalam arahannya, Brigjen TNI Hardo Sihotang menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut merupakan bentuk konkret peran TNI di luar fungsi pertahanan, yakni sebagai kekuatan sosial yang hadir menjawab kebutuhan masyarakat.
“Seluruh pembangunan ini harus memenuhi standar kualitas dan terus dikawal progresnya agar manfaatnya berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan kepada jajaran di lapangan untuk memastikan pengawasan berjalan optimal, sekaligus menekankan penerapan prinsip keselamatan kerja (safety first) dalam setiap tahapan pembangunan.
Sinergi Jadi Kunci
Danrem turut mengapresiasi sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang dinilai menjadi faktor kunci dalam kelancaran pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan terus terjaga guna memastikan proyek selesai tepat waktu dan memberikan dampak nyata.
Kunjungan ini mencerminkan pendekatan pembangunan terintegrasi yang menggabungkan infrastruktur konektivitas dan penguatan ekonomi berbasis desa. Dalam konteks nasional, model seperti ini menjadi bagian penting dari strategi pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan distribusi.
Jika konsistensi pengawasan dan kualitas pembangunan dapat dijaga, proyek seperti Jembatan Garuda Nusantara dan Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi contoh replikasi program berbasis kolaborasi TNI dan masyarakat di daerah lain.












