, Lampung Barat – Kisah menyedihkan muncul di Lampung Barat saat seorang pelajar, ES (17 tahun), ditemukan meninggal di PLTA Way Besai. Penemuan mayatnya di bendungan PLTA tersebut, di Pekon Sakapura, Kecamatan Sumber Jaya, pada Jumat (2/12/2023) sekitar pukul 09.25 WIB, mengguncang wilayah tersebut.
Perkiraan awal menyebutkan bahwa ES diduga mengakhiri hidupnya. Langkah cepat dari pihak kepolisian termasuk pengumpulan informasi dan pemeriksaan jasadnya mengindikasikan adanya tekanan mental yang mungkin dihadapi ES, terutama terkait utang dari pinjaman online (pinjol).
Informasi dari saksi-saksi menyatakan bahwa sebelumnya ES pernah berupaya untuk bunuh diri. Polisi mempertegas dugaan ini dengan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh ES, yang juga menolak otopsi jasadnya.
Keluarga ES menolak otopsi dan meyakini bahwa almarhumah meninggal akibat gangguan pernapasan akibat banyaknya cairan di tubuhnya. Penemuan pertama kali dilakukan oleh seorang pegawai PLTA setelah melihat sesuatu mengapung di bendungan, yang awalnya dianggap sebagai bangkai hewan.
Identifikasi dilakukan dengan mempertimbangkan ciri khusus tubuh ES, termasuk jari kelingking bengkok, gingsul, dan bentuk mata yang kurang sempurna. Kabar mengenai hilangnya ES sejak Selasa (28/11/2023) sekitar pukul 06.30 WIB telah menciptakan kegusaran di seantero wilayah tersebut.












