, Jakarta – Sejak beberapa waktu terakhir, salam menggunakan simbol tiga jari menjadi tren utama dalam memberikan isyarat dukungan politik. Dalam konteks kontestasi politik yang tengah berlangsung, isyarat ini semakin teridentifikasi sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Perbincangan intens muncul setelah Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, terlihat memberikan salam tiga jari saat menghadiri acara HUT PDIP ke-51 di Jakarta pada Rabu (10/1) lalu. Sontak, gestur ini dihubungkan dengan dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 03, Ganjar-Mahfud.
Namun, Staf Khusus Wapres bidang hukum, Firman Wijaya, menegaskan bahwa salam tersebut sebenarnya adalah salam biasa dan tidak berkaitan dengan dukungan politik. Firman mengklarifikasi bahwa jargon resmi pasangan calon nomor urut 03 adalah salam dengan jari telunjuk, tengah, dan jari manis yang merapat, mirip dengan adegan di film The Hunger Games.
Firman juga menjelaskan bahwa asal muasal salam tiga jari dengan menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jari kelingking sebenarnya berasal dari budaya Heavy Metal. Selain itu, gestur ini juga digunakan untuk menyampaikan pesan “I Love You” dan ekspresi kasih sayang.
Menurut Firman, Wapres Ma’ruf Amin berkomitmen menjaga kondusivitas dan tidak memihak kepada paslon manapun. Ia menempatkan dirinya sebagai figur yang mengayomi semua golongan dan lapisan masyarakat, menjadikannya sebagai stabilisator dalam menjaga stabilitas negara di masa transisi pemerintahan era Presiden Joko Widodo.












