google.com, pub-5958770480629355, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kebakaran Lahan Dua Hektare di Tibawa Berhasil Dipadamkan, Aparat Selidiki Penyebab Insiden

Kebakaran Lahan Dua Hektare di Tibawa Berhasil Dipadamkan, Aparat Selidiki Penyebab Insiden (Foto: Penrem)

onetalk.co.id GORONTALO – Kebakaran lahan milik warga terjadi di Dusun Poli’a, Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa (1/9/2026). Berkat respons cepat aparat gabungan bersama masyarakat, kobaran api yang menghanguskan sekitar dua hektare lahan berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area permukiman.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik Karim Uriasi (55), seorang petani yang berdomisili di Dusun Poli’a, Desa Botumoputi.

Berdasarkan keterangan saksi, Roni Husna (33), dirinya menjadi orang pertama yang melihat kobaran api di lokasi. Menyadari besarnya potensi kebakaran, Roni segera menghubungi pemilik lahan, mengajak warga sekitar untuk membantu, sekaligus meminta bantuan kepada aparat agar proses pemadaman dapat segera dilakukan.

Sebelum bantuan tiba, warga setempat berupaya memadamkan api secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Sekitar pukul 11.30 WITA, satu unit kendaraan Baracuda milik Satbrimob Polda Gorontalo dan satu unit mobil Direktorat Samapta Polda Gorontalo tiba di lokasi untuk memperkuat penanganan. Personel gabungan kemudian bekerja bersama anggota Koramil, Polsek, serta masyarakat dalam mengendalikan kobaran api.

Operasi pemadaman melibatkan total 54 personel, terdiri atas enam personel TNI, 38 personel Polri, dan 10 warga yang turut membantu di lapangan. Sinergi lintas instansi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran.

Setelah berlangsung selama kurang lebih empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.00 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Meski demikian, kebakaran mengakibatkan sekitar dua hektare lahan milik warga mengalami kerusakan. Aparat memastikan tidak terdapat kerugian berupa korban personel selama proses pemadaman berlangsung.

Usai kejadian, aparat langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Botumoputi untuk melakukan langkah-langkah penanganan lanjutan. Warga juga diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar atau melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat wilayah tersebut saat ini tengah memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kepolisian masih mendalami asal mula munculnya api, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun dugaan tindakan pembakaran yang menyebabkan insiden tersebut. Aparat juga mengajak masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penyelidikan, sehingga penyebab kebakaran dapat diungkap dan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google.com, pub-5958770480629355, DIRECT, f08c47fec0942fa0