Gorontalo Utara – Pemerhati kebijakan publik Gorontalo Utara, Nanang Latif, angkat bicara terkait isu perjalanan dinas manajemen RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) serta keluhan mengenai pasokan air bersih di rumah sakit tersebut. Dalam keterangannya pada Kamis (17/07/2025), Nanang menegaskan pentingnya melihat dua isu tersebut dalam kerangka yang lebih konstruktif dan solutif.
Menurut Nanang, perjalanan dinas yang dilakukan oleh manajemen RSUD ZUS seharusnya tidak langsung dihakimi sebagai pemborosan atau bentuk ketidakefisienan. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut justru merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
“Perjalanan dinas bukan sekadar bepergian, tapi bagian dari proses belajar, memperluas jejaring, dan meningkatkan kompetensi tenaga medis. Kita butuh rumah sakit yang berkembang, bukan yang stagnan,” ujar Nanang.
Menyangkut isu kelangkaan air bersih yang dikeluhkan oleh sebagian pasien dan pengunjung, Nanang menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kendala teknis yang juga berdampak pada banyak institusi di Gorontalo Utara, termasuk RSUD ZUS.
“Kita tahu bahwa sejak awal tahun, distribusi air dari PDAM memang mengalami gangguan. Rumah sakit hanya terdampak, bukan penyebab. Tapi patut diapresiasi bahwa sudah ada langkah antisipatif dengan rencana pengadaan sumur bor di tahun anggaran ini,” jelasnya.
Langkah pengadaan sumur bor itu, kata Nanang, menunjukkan bahwa manajemen RSUD ZUS tidak tinggal diam, tetapi secara aktif mencari solusi jangka panjang.
Nanang juga menekankan pentingnya kontrol sosial dari masyarakat, namun ia mengajak semua pihak untuk lebih proporsional dalam menilai kebijakan publik.
“Kritik itu perlu, tapi harus objektif. Jangan sampai kita terjebak dalam narasi yang memojokkan, padahal ada upaya perbaikan yang sedang berjalan. Mari kita dukung evaluasi berbasis data dan dampak, bukan asumsi,” tegasnya.
Ia pun mendorong pihak rumah sakit untuk lebih terbuka kepada publik, terutama dalam menyampaikan rencana kerja dan perkembangan pelayanan yang sedang dijalankan, agar tidak muncul kesalahpahaman yang berulang. (Red)













